DPR AS tengah mempersiapkan suara bulat guna mencegah institusi pendidikan di AS menerima bantuan finansial dari PKC, dimana dana tersebut mempunyai maksud tersembunyi guna menyebarkan ideologi komunis dalam pendidikan siswa muda. Koresponden NTD Molina Weissup melaporkan.
DPR AS tengah berupaya mencegah pengaruh ideologi Partai Komunis China di kalangan pelajar AS. Awal tahun ini Departemen Pendidikan AS melaporkan bahwa kelas-kelas konfusius telah mempengaruhi lebih dari 500 siswa dari tingkat TK hingga SMA.
[Tim Walberg, Ketua Komite Pendidikan dan Tenaga Kerja DPR AS]:
“Kelas-kelas Konfusius PKC merupakan ancaman bagi keamanan nasional, geopolitik, dan akademik…”
Ketua DPR menggambarkan kelas-kelas Konfusius sebagai pos propaganda PKC. Banyak anggota menyuarakan kekhawatiran bahwa kelas-kelas semacam ini disamarkan sebagai pertukaran budaya, namun dibalik itu PKC punya maksud lain.
[Kevin Kiley, anggota DPR California]:
“PKC tidak melakukan hal semacam ini dengan tujuan amal. Di balik program-program itu, mereka mengharapkan imbalan yakni kontrol atas kurikulum. Dengan demikian mempengaruhi pikiran para kaum muda yang menjadi target.”
RUU perlindungan anak yang digagas Kiley bermaksud untuk menahan dana pajak bagi sekolah-sekolah dasar hingga menengah yang menerima dukungan finansial dari PKC. Voting RUU ini akan dilakukan minggu ini.
[Kevin Kiley, anggota DPR California]:
“Tidak dapat diterima bagi lembaga pendidikan AS membuat perjanjian finansial dengan entitas yang terafiliasi dengan PKC, selaku oposisi AS, sebuah rezim yang memiliki catatan HAM terburuk sepanjang sejarah.”
Baru-baru ini DPR telah meloloskan undang-undang serupa di tingkat perguruan tinggi.
