Fokus

Ekspor China Melonjak, Namun Tak Mampu Selamatkan Lesunya Ekonomi

Data terbaru menunjukkan pertumbuhan PDB China melambat ke level terendah dalam tiga setengah tahun terakhir.

Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, investasi sektor properti turun lebih dari 19%. Investasi di pabrik, mesin, dan aset lainnya juga anjlok lebih dari 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan ritel naik 6% pada bulan Juli dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun kinerja di sektor ritel dan pasar properti lesu, ekspor China justru meningkat lebih dari 20% pada bulan Juli dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Booming sektor teknologi menjadi faktor utama, dengan pengiriman semikonduktor dan peralatan komputasi menambah lebih dari 10% terhadap pertumbuhan ekspor. Hal itu menurut analisis Capital Economics.

Namun, pertumbuhan ekspor ini belum cukup untuk mengimbangi kelemahan di pasar properti dan belanja konsumen. Angka resmi pengangguran di perkotaan berada di sekitar 5,2% pada bulan Juli, namun seorang profesor ekonomi China di sebuah universitas terkemuka melakukan survei independen, dan menemukan tingkat pengangguran China melebihi 10%.

Selama ini China mengandalkan ekspor untuk mendorong pertumbuhan dan mengimbangi lemahnya permintaan domestik. Namun ketergantungan itu membuat China rentan, karena ketegangan perdagangan dengan mitra-mitra utamanya dapat merugikan permintaan global terhadap produk China.

Perdana Menteri China Li Qiang pada hari Senin menyerukan upaya memperluas kerjasama perdagangan internasional, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

slot gacor

situs slot gacor