Fokus

Eropa Ambil Sikap Tegas Terhadap China

Negara-negara Eropa berupaya melindungi industri mereka dari praktik perdagangan Beijing yang tidak adil dan berupaya mempererat hubungan dengan Taiwan.

Senin lalu, mantan Presiden Taiwan, Tsai Ing Wen, mengunjungi Berlin dan mengirim pesan bahwa perangkat otoriter Beijing merupakan ancaman global. Tsai membandingkan antara agresi China terhadap Taiwan dan perang Rusia di Ukraine

Minggu lalu Wakil Presiden Taiwan berkunjung ke Brussels dan menyerukan kepada anggota parlemen Eropa untuk melawan tekanan Beijing yang meningkat di kepulauan tersebut. Pesan itu mendapat tanggapan yang baik.

Prancis mengajak persatuan Eropa untuk membela kepentingan ekonominya dengan mengurangi ketergantungan pada China atas produk-produk penting seperti tanah jarang serta menuntut perdagangan yang terbuka dan berlandaskan persaingan yang adil.

Sementara Inggris mengkaji ulang kerja sama ilmiah dengan Beijing dan terbatas pada sektor berisiko rendah seperti kesehatan dan pertanian, disebabkan kekhawatiran bahwa kemajuan China dalam teknologi AI berpotensi digunakan untuk tujuan militer.

Saat Eropa mulai bersikap tegas terhadap Beijing, mereka juga terdampak ekspor murah China. Bank Sentral Eropa mengatakan ekspor murah itu disebabkan lemahnya permintaan domesik China, alih-alih tarif AS Impor murah ini telah merugikan produsen Eropa dan mendesak adanya perlindungan yang kuat atas perdagangan. Ini pertanda bahwa kesabaran Eropa terhadap praktik perdagangan tidak adil Beijing semakin menipis.