Fokus

FBI: Dugaan Intervensi China dalam Pemilu AS 2020

Sebuah pernyataan datang dari Direktur FBI, Cash Patel, mengatakan bahwa kemungkinan China terlibat dalam manipulasi data pemilu AS tahun 2020.

Menurut Patel, FBI telah menemukan dugaan mencurigakan yang melibatkan Partai Komunis China. Dugaan tersebut menuduh PKC memproduksi SIM Amerika palsu secara massal untuk mendapatkan surat suara bagi kandidat presiden Partai Demokrat saat itu, Joe Biden.

Tuduhan itu berasal dari laporan deklasifikasi terbaru yang diserahkan kepada Kongres Senin lalu.

Patel berkata tuduhan tersebut didukung bukti-bukti, namun segera ditarik dan dirahasiakan dari publik sejak 2020. Patel menyerahkan berkas tersebut kepada Ketua Komite Kehakiman Senat, Chuck Grassley, yang sebelumnya mendesak pemeriksaan menyeluruh atas informasi itu. Direktur FBI sebelumnya, Christopher Wray, bersaksi bahwa tidak ada ada intervensi asing pada pemilu 2020.

Namun setelah kesaksiannya, sejak Januari hingga pertengahan 2020, petugas bea cukai Bandara O’Hare Chicago berhasil menyita hampir 20.000 SIM AS palsu. Pada Mei tahun ini, bea cukai AS kembali menyita lebih dari 4.000 SIM palsu dari China di bandara yang sama.

SIM palsu dikirim dari Tiongkok bersama paket barang palsu lain senilai 9 juta dolar AS. Pada 2022, FBI melaporkan bahwa 80% kasus spionase ekonomi menguntungkan China.

FBI juga memperingatkan hacker China memakai kampanye disinformasi untuk membuat kekacauan selama pemilu AS 2016 dan 2018.