Fokus

Gedung Putih Merespon Rumor Soal AS Minta Venezuela Usir China

Apakah pemerintahan Trump meminta Venezuela meninjau kembali hubungannya dengan China, Rusia, Iran, dan Kuba, termasuk di bidang ekonomi? Berikut tanggapan Gedung Putih pada hari Rabu.

[Karoline Leavitt, Sekrtaris Gedung Putih]:

“Terkait hal tersebut sudah disampaikan oleh Menlu Rubio dalam sebuah arahan tertutup, saya juga mendengar banyak informasi yang simpang siur. Saya tidak akan mengonfirmasi atau membantah ataupun menjelaskan apa disampaikan menlu dalam arahan tertutup dengan anggota kongres. Tapi saya pikir pemerintah telah menjelaskan dengan sangat jelas kepada otoritas sementara Venezuela bahwa ini adalah belahan bumi bagian barat dan dominasi Amerika akan terus berlanjut di bawah presiden saat ini.

Seberapa dalamkah keterlibatan China di Amerika Latin? Saat ini China adalah mitra dagang terbesar kedua di kawasan tersebut, persis di belakang AS. China juga telah terlibat di banyak industri strategis di kawasan itu. Dalam hal mineral penting, China telah berinvestasi besar-besaran dalam produksi litium di Argentina, Bolivia, dan Chili. Ketiga negara itu menyumbang sekitar setengah dari litium dunia, sumber daya utama untuk produksi kendaraan listrik. Beijing juga menyumbang investasi besar di sektor energi. Perusahaan-perusahaan China nyaris memonopoli listrik, menguasai sekitar setengah dari populasi Peru. Di Brasil, China telah membangun jalur kabel listrik bertegangan tinggi dan berencana untuk membangun lebih banyak lagi.

China juga telah mendanai lusinan pelabuhan di Amerika Latin, termasuk dua terminal dekat Terusan Panama, tiga di Meksiko dan satu di Peru. China juga berencana untuk membangun pelabuhan di Chili. Ada kekhawatiran bahwa pelabuhan itu bisa  digunakan untuk operasi militer Beijing.

Amerika Latin menjadi tuan rumah bagi kehadiran infrastruktur luar angkasa terbesar China di luar wilayahnya, termasuk fasilitas pengamatan luar angkasa di Argentina, stasiun satelit bumi di Bolivia, Brasil, Chili, dan Venezuela. Membuat AS waspada fasilitas tersebut bisa digunakan untuk memata-matai militer Washington.