Site icon NTD Indonesia

Harvard Ditargetkan Atas Hubungan dengan PKC

Harvard sedang berada dalam posisi sulit. Universitas itu menggugat setelah Gedung Putih mencabut izinnya untuk menerima mahasiswa asing. Hari Jumat, hakim federal mengabulkan perintah penangguhan sementara Harvard agar para mahasiswa boleh tetap di kelas saat ini. Apa pemicu semua ini? Harvard sedang diawasi atas hubungan jangka panjang dengan PKC dan menerima dana asing dalam jumlah besar.

Hari Kamis, Departemen Keamanan Dalam Negeri mengeluarkan siaran pers menuduh universitas itu melatih kelompok paramiliter PKC, yang dikaitkan dengan penaniayaan Uighur. Selain itu, selama hampir 30 tahun, Harvard Kennedy School telah melatih pejabat komunis China. Berbicara di Fox News, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menuduh Harvard menutup mata pada infiltrasi PKC.

[Kristi Noem, Menteri Departemen Keamanan Dalam Negeri A.S.]:

“Mereka telah mengizinkan partisipasi anti-semitisme dengan infiltrasi dan pengaruh PKC dan China di kampus mereka, dan tidak melindungi para mahasiswanya.”

Noem menyoroti kekhawatiran tentang meluasnya jangkauan PKC dalam institusi Amerika, namun tidak menyebutkan program pelatihan pejabat tinggi China selama puluhan tahun di Harvard. Media resmi China berkata Harvard Kennedy School telah mendidik lebih dari 600 pemimpin senior PKC dalam tiga dekade terakhir.

Catatan menunjukkan bahwa sejak 1996 Harvard telah menampung hingga 60 pejabat China dan hampir 50 perwira militer untuk berbagai program pelatihan. Harvard telah melatih lebih dari 600 peserta dalam tiga dekade terakhir. Beberapa dari mereka mengikuti program satu semester, sementara yang lainnya mengikuti kursus empat minggu. Beberapa pejabat bahkan melanjutkan untuk mendapatkan gelar master. 

Salah satu lulusan yang terkenal adalah Liu He, direktur Komisi Urusan Keuangan dan Ekonomi Pusat China. Liu memimpin negosiasi perdagangan dengan pemerintahan Trump pada 2016. Lulusan lainnya adalah mantan wakil presiden China. Ia adalah kepala Partai Komunis di kota utama China saat belajar di Harvard.

Kini Harvard merasakan dampaknya secara langsung. Departemen Keamanan Dalam Negeri baru saja menghentikan program pertukaran mahasiswa dan pengunjung Harvard. Program ini adalah cara Harvard mendatangkan mahasiswa asing yang ingin belajar di AS. Harvard mengecam keputusan itu sebagai tindakan melanggar hukum, dan berjanji untuk memperjuangkan komunitas internasionalnya dan melindungi misi akademisnya. Pada hari Jumat, China memperingatkan larangan tersebut akan merusak citra Amerika.

Kekhawatiran tentang hubungan Harvard dan China lebih dari sekadar mendidik pejabat PKC dan keamanan mahasiswa di kampus. April lalu, departemen pendidikan mengirim surat pada Harvard, menuduh kampus itu memberikan informasi yang tidak akurat tentang sumbangan asing dalam jumlah besar yang menimbulkan pertanyaan. Seberapa besar pengaruh uang asing terhadap kampus? Sejak itu, beberapa lembaga, termasuk Departemen Urusan Veteran, telah menarik atau membekukan hampir 4 miliar dolar hibah untuk Harvard dan mitra penelitiannya. Awal bulan ini, Presiden Trump memposting di Truth Social bahwa bebas pajak Harvard akan dicabut, meskipun tidak memberi detailnya.