Tag: mata-mata

  • Pencabutan Kewarganegaraan AS Terbesar, Termasuk yang Terlibat Spionase

    Pencabutan Kewarganegaraan AS Terbesar, Termasuk yang Terlibat Spionase

    Upaya pencabutan kewarganegaraan terbesar dalam sejarah modern AS. Departemen Kehakiman akan mencabut kewarganegaraan 40 warga Amerika yang telah dinaturalisasi.

    Di antara mereka, seorang mantan anggota Angkatan Laut AS Jin Chaowei yang menjual rahasia militer AS ke petugas intelijen China seharga $12.000. Ia dijatuhi hukuman lebih dari 16 tahun penjara. Jin adalah asisten mekanik di kapal serbu amfibi di Pangkalan Angkatan Laut San Diego. Ia membocorkan detail sensitif tentang senjata dan kemampuan kapal, serta menjual sekitar 60 buku panduan tentang kapal Angkatan Laut AS ke seorang perwira China. Buku panduan berisi rincian tentang pengoperasian berbagai sistem di kapal perang tersebut. Ibunda Jin mendorongnya untuk bekerja pada PKC, mengatakan itu dapat membantunya mendapatkan pekerjaan di instansi China suatu hari nanti.

    Li Ping, seorang mantan insinyur Verizon, dijatuhi hukuman empat tahun penjara, karena telah membantu Beijing mengumpulkan intelijen tentang para pembangkang China, termasuk para praktisi Falun Gong. Ia juga termasuk dalam orang yang akan dicabut kewarganegaraannya oleh Departemen Kehakiman AS.

  • Antek PKC Ngamuk! Serang Praktisi Falun Gong di Toronto, Kanada

    Antek PKC Ngamuk! Serang Praktisi Falun Gong di Toronto, Kanada

    Seorang praktisi Falun Gong diserang oleh seorang pria Tionghoa saat berdemonstrasi di luar Konsulat China di Toronto, Kanada, hari Selasa. Pria itu mengancam akan menembak seorang praktisi hingga tewas, saat praktisi tersebut berusaha melindungi spanduk-spanduk yang menyerukan agar China menghentikan penganiayaan Falun Gong.

    [Pria Tak Dikenal]:

    “Pergi! Saya akan melemparmu sampai mati. Saya akan menembakmu mati. Percaya atau tidak, ini adalah wilayah China! Saya harus memukulmu karena melakukan ini.”

    Pria itu kemudian menendang orang yang merekam. Ia juga mendorong seorang praktisi, Lina Li, yang berusaha melindungi spanduk. Seorang pejalan kaki berusaha menghentikan pria itu.

    [Warga Umum Kanada]:

    “Lepaskan sekarang! Ini Kanada!”

    Lina Li berkata ia mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. Serangan serupa terjadi di lokasi lain dimana para praktisi Falun Gong membagikan selebaran, tetapi para saksi mata berkata serangan ini sangat berani. Kepolisian Toronto sedang menyelidiki insiden ini.

  • Kantor Polisi China di New York: Melacak Pembangkang PKC di Luar China

    Kantor Polisi China di New York: Melacak Pembangkang PKC di Luar China

    Sidang seorang warga Amerika keturunan Tionghoa yang diduga mendirikan kantor polisi China di Manhattan kini hampir berakhir. Terdakwa ditangkap tiga tahun lalu atas tuduhan bertindak sebagai agen asing ilegal China.

    Sidang bagi terdakwa Lu Jianwang kini telah memasuki tahap akhir.  Ia dituduh menerima perintah dari pejabat Partai Komunis China untuk membuka kantor polisi China di New York. Tujuannya adalah untuk memverifikasi, memantau dan melacak para pembangkang China di AS.

    Lu Jianwang berimigrasi ke AS lebih dari 40 tahun yang lalu, hanya bisa sedikit bahasa Inggris dan menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam komunitas Tionghoa di New York.

    Dia telah lama menjadi pemimpin asosiasi kampung halamannya yang bernama Changle. Changle adalah tempat kantor polisi China didirikan.

    Lu tampaknya memiliki akses dan pengaruh besar saat berada di China, misalnya jaksa penuntut menunjuk hubungan baiknya dengan PKC bahkan sebelum kantor polisi didirikan.

    Beberapa foto di ponsel Lu menunjukkan dirinya menghadiri pertemuan politik PKC di China. Baru-baru ini, bukti yang dikumpulkan dari ponsel Lu menunjukkan dirinya menghadiri pertemuan peluncuran kantor polisi China  di luar negeri pada Februari 2022. Sebuah video menunjukkan dirinya berdiri di samping lima petugas polisi bersenjata.

    Ketika FBI menyadari aktivitas Lu dan menggeledah kantor polisi di Changle, Lu segera menghapus rekam panggilan dengan pengawasnya di China dan rekan konspirator lain. Agen FBI juga menemukan informasi kontak untuk 50 petugas Kementrian Keamanan Publik China atau MPS, lembaga yang menggabungkan fungsi penegakan hukum dan intelijen di China. Lembaga juga membantu rezim China menekan para pembangkang.

    Salah seorang petugas MPS bernama Liu Rongyan dituduh bertindak sebagai penghubung, menugaskan Lu untuk urusan terkait kantor polisi China dan membantu melacak para pembangkang.

    Namun sebelum itu pada tahun 2018, terdakwa mengirimkan foto-foto praktisi Falun Gong yang mengenakan kaos kuning, beberapa di antaranya tampak membagikan selebaran. Orang yang menerima foto-foto tersebut adalah kepala biro kepolisian China.

    Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual yang telah dianiaya secara brutal oleh Partai Komunis China sejak 1999.

    Organisasi yang berbasis di Spanyol, Safeguard Defenders, pertama kali menerbitkan laporan mengenai kantor polisi China di luar negeri, menyebutnya sebagai bagian dari kampanye penindasan transnasional rezim. Laporan menyebutkan Falun Gong adalah salah satu kelompok yang ditargetkan PKC di luar China.

    Jika Lu dinyatakan bersalah atas semua dakwaan, ia dapat menghadapi hukuman penjara hingga 20 tahun.

  • Pelaut AL AS Jadi Mata-mata China, Dihukum Hampir 17 Tahun

    Pelaut AL AS Jadi Mata-mata China, Dihukum Hampir 17 Tahun

    Seorang mantan pelaut Angkatan Laut AS telah dijatuhi hukuman hampir 17 tahun karena menjadi mata-mata China. Ia menjual rahasia militer ke perwira intelijen China, termasuk melaporkan masalah dengan kapal angkatan laut serta mengungkap berbagai lokasinya.

    Jinchao Wei juga dikenal sebagai Patrick Wei bekerja di kapal serbu amfibi USS Essex di Pangkalan Angkatan Laut San Diego sebagai mekanis. Posisi itu memberinya akses ke informasi pertahanan sensitif,  termasuk data kapal Angkatan Laut AS dan senjata mereka. Jaksa berkata dia membocorkan foto, pergerakan kapal, dan detail senjata. Dia dilaporkan dibayar lebih dari 12.000 dolar AS.

    Juri menyatakan dia bersalah tahun lalu atas enam dakwaan, termasuk spionase dan ekspor data pertahanan yang melanggar hukum. Wei telah direkrut oleh seorang perwira China pada 2022, yang menggambarkan dirinya sebagai seorang penggemar angkatan laut yang berafiliasi dengan industri pembuatan kapal milik negara China.

    Awalnya dimulai dengan instruksi sederhana dan imbalan kecil seperti berjalan di dermaga untuk melihat kapal mana yang berlabuh setiap hari dan ia dibayar 500 dolar untuk itu. Hal ini berlanjut dengan ia membagikan ribuan dokumen, manual operasi, dan berbagai informasi sensitif.

    Wei adalah warga negara AS yang dinaturalisasi. Jaksa penuntut berkata ibunya telah mendorongnya untuk bekerja untuk China, mengatakan itu akan dapat membantunya mendapatkan pekerjaan di pemerintah China.

  • Inggris Tidak Anggap China ‘Musuh’, Mata-mata China Gagal Dipidanakan

    Inggris Tidak Anggap China ‘Musuh’, Mata-mata China Gagal Dipidanakan

    Apakah rezim Komunis China musuh Inggris? Jawabannya dapat menentukan nasib dua pria Inggris yang dituduh memata-matai untuk China. Namun, kasus mereka di London tiba-tiba dibatalkan.

    Kedua pria tersebut didakwa tahun lalu karena melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi. Mereka dituduh memberikan informasi yang mungkin berguna bagi musuh antara tahun 2021 dan 2023.

    Namun, jaksa penuntut membatalkan dakwaan bulan lalu, dengan berkata kasus tidak lagi memenuhi ambang batas bukti. Anggota parlemen Partai Konservatif menuduh pemerintahan Buruh sengaja menutup persidangan untuk menghindari kemarahan China. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer membantah tuduhan ini, berkata itu disebabkan karena pemerintahan Konservatif sebelumnya, yang berkuasa saat dugaan mata-mata ini terjadi, tidak menganggap China sebagai musuh.

    [Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris]:

    “Kami kecewa karena persidangan tidak dilanjutkan, tetapi sangat jelas bahwa persidangan harus dilakukan berdasarkan situasi saat itu di bawah pemerintahan sebelumnya. Apapun posisi mereka saat itu adalah satu-satunya posisi yang dapat diajukan di persidangan.”

    Kepala jaksa penuntut Inggris, Steven Parkinson berkata kantornya telah melakukan segala cara untuk menuntut kedua pria tersebut. Ia menyalahkan pemerintah atas gagalnya kasus ini.

    Untuk membuktikan kasus berdasarkan Undang-Undang Rahasia Resmi, jaksa harus menunjukkan bahwa para terdakwa bertindak untuk musuh.

    Parkinson berkata kantornya tidak dapat melakukannya karena pemerintah Inggris tidak menyebut China sebagai musuh atau ancaman keamanan nasional.

  • Protes Luckin Coffee: Risiko Data Konsumen dari Aplikasi Pesan Kopi

    Protes Luckin Coffee: Risiko Data Konsumen dari Aplikasi Pesan Kopi

    Sebuah jaringan kedai kopi asal China memicu kekhawatiran keamanan nasional di AS. Para pengunjuk rasa berkumpul pada hari Selasa di depan gerai Luckin Coffee di Manhattan.

    Kedai kopi asal China ini disebut-sebut sebagai Starbucks baru. Sebuah protes diselenggarakan oleh Bold Action for Freedom, sebuah organisasi nirlaba, pada 30 September lalu untuk memperingatkan masyarakat Amerika akan kemungkinan masalah keamanan data. Untuk memesan kopi di Luckin Coffee, Anda diharuskan mengunduh dan menggunakan aplikasi mereka.

    Tony Zielinski, Presiden Bold Action for Freedom berkata bahwa berdasarkan hukum komunis China, pebisnis swasta China diwajibkan untuk membagikan data dengan pemerintah. Menurutnya, setelah memiliki akses pintu belakang, perangkat juga dapat dipasangi malware tambahan untuk menjalankan perintah jarak jauh.

    Pada tahun 2020, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China sendiri bahkan melaporkan Luckin Coffee telah melanggar hak pengguna dan mengumpulkan informasi pribadi secara ilegal. Dan pada tahun 2024, otoritas Shanghai memanggil perwakilan Luckin Coffee atas tuduhan pengumpulan data yang melanggar hukum di China, setelah skandal penipuan finansial yang menyebabkan sahamnya dihapus dari NASDAQ.

  • Tiga Warganegara Asing Dilarang Keluar China

    Tiga Warganegara Asing Dilarang Keluar China

    Dalam waktu kurang dari seminggu, tiga warga negara asing telah menjadi sasaran otoritas China. Dua warga negara Amerika dan satu warga negara Jepang kini menghadapi larangan keluar atau hukuman penjara.

    Jubir Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi hari Senin bahwa seorang karyawan Kantor Paten dan Merek Dagang AS dikenakan larangan keluar dari China. Karyawan tersebut berpergian atas nama pribadi. Laporan media menyebutkan ia berasal dari China dan telah menjadi warga negara Amerika secara yang dinaturalisasi.

    Menurut laporan tersebut, ia pergi ke China pada bulan April untuk mengunjungi keluarganya, namun setelah mendarat di kota Chengdu ia ditahan oleh otoritas China.

    Dalam pernyataan sebelumnya, Deplu AS memperingatkan bahwa larangan keluar sewenang-wenang China terhadap warga negara Amerika dapat merusak hubungan bilateral.

    Seorang eksekutif Wells Fargo berkewarganegaraan AS Chenyue Mao, juga dilarang keluar China. Pada hari Senin, seorang juru bicara China mengatakan bahwa langkah itu terkait dengan investigasi kriminal, tetapi para pejabat tidak memberikan detail apapun.

    Mao adalah seorang eksekutif senior Wells Fargo yang mengawasi pembiayaan perdagangan internasional. Ia baru-baru ini diangkat sebagai ketua Factors Chain International, sebuah jaringan pembiayaan perdagangan global.

    Dalam insiden serupa, China pekan lalu menjatuhkan hukuman tiga setengah tahun penjara kepada seorang eksekutif farmasi Jepang atas tuduhan spionase.

    Selama beberapa tahun terakhir, semakin banyak warga negara asing yang menjadi sasaran rezim China, seringkali tanpa alasan yang jelas dan proses hukum yang transparan. Dua tahun lalu, Beijing merevisi undang-undang anti-spionasenya, memberi otoritas wewenang yang lebih luas untuk mengejar siapa pun yang dianggap ancaman terhadap keamanan nasional. Undang-undang itu telah memicu kekhawatiran serius di kalangan bisnis asing, mendorong banyak orang untuk mempertimbangkan kembali bekerja di China.

  • Tik Tok dalam Penyelidikan Kedua oleh Regulator Uni Eropa

    Tik Tok dalam Penyelidikan Kedua oleh Regulator Uni Eropa

    Tik Tok sedang diselidiki kembali oleh regulator utamanya di Uni Eropa. Hari Kamis, komisi perlindungan data Irlandia mengumumkan mereka sedang menyelidiki transfer data pengguna Eropa oleh Tik Tok ke server China.

    Penyelidikan terbaru ini terjadi beberapa minggu setelah Tik Tok dikenai denda 620 juta dolar, menyusul investigasi selama 4 tahun oleh regulator Irlandia.

    Mereka menemukan Tik Tok melanggar aturan perlindungan data Uni Eropa dengan mengirimkan data pengguna Eropa ke China. Sebelumnya selama investigasi, Tik Tok berkata tidak mengirim data pribadi pengguna Eropa ke server China, namun pada bulan April regulator menemukan sebagian data memang telah disimpan disana.

    Tik Tok sedang mengajukan banding atas putusan tersebut.

  • Prancis Menutup 9 Kantor Polisi Rahasia PKC

    Prancis Menutup 9 Kantor Polisi Rahasia PKC

    Surat kabar Prancis baru-baru ini memuat laporan bahwa badan intelijen negara berhasil menemukan sembilan kantor polisi rahasia PKC di Prancis. Meski pihak berwenang menyatakan semua unit telah ditutup, agen-agen PKC diduga masih berkeliaran secara diam-diam. Tugas mereka utamanya mengusik para pembangkang dan memulangkan paksa anggota diaspora ke Tiongkok untuk menerima hukuman. Menurut Heritage Foundation, sebuah lembaga penelitian di Washington, Tiongkok memiliki lebih dari 100 kantor polisi di lebih dari 50 negara. Pada 2023, Lembaga HAM Safeguard Defenders menemukan bahwa setidaknya ada tujuh pos di AS, satu diantaranya telah ditutup FBI.

  • Pengakuan Mantan Tentara AS Menjadi Spionase China

    Pengakuan Mantan Tentara AS Menjadi Spionase China

    Seorang mantan tentara AS kini menghadapi ancaman penjara atas upayanya menjual rahasia pertahanan AS kepada PKC. Joseph Schmidt mengaku bersalah atas dua tindak pidana berat. Menurut Departemen Kehakiman, Schmidt memiliki akses ke informasi intelijen rahasia selama menjabat.

    Schmidt adalah ketua tim intelijen Angkatan Darat di Joint Base Lewis-McChord, pusat militer AS di Washington. Markas gabungan angkatan darat dan udara ini berperan krusial dalam menghadapi ancaman militer China, markas bagi Korps Pertama Amerika, Komando Operasional Angkatan Darat untuk Indo-Pasifik, sekaligus tempat latihan bersama sekutu AS seperti Jepang dan Australia.

    Selama 5 tahun menjabat, Schmidt memiliki akses ke rahasia pertahanan. Ia keluar pada 2020.

    Menurut berkas pengadilan, tak lama setelah keluar, Schmidt mengirim email kepada konsulat China di Turki dan pejabat intelijen China, menawarkan informasi militer AS yang terklasifikasi.

    Ia kemudian pergi ke Hong Kong, dan terus melakukan lobi dengan beberapa aparat China. Ia tinggal di sana sekitar 2 tahun sebelum akhirnya ditangkap FBI saat tiba di San Francisco pada 2023.

    Departemen Kehakiman berkata Schmidt memiliki copy dokumen rahasia militer AS terperinci. Ia juga diduga membantu perusahaan teknologi China merancang perangkat untuk mendekode sistem intelijen militer AS.

    Schmidt dijatuhi hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda 250.000 dolar AS. Sidang vonisnya dijadwalkan pada awal September.

    Kasus Schmidt bukan kasus pertama. Tiga bulan lalu, tiga personel militer lainnya ditangkap karena diduga membocorkan intelijen pertahanan kepada PKC. Dua di antaranya adalah tentara aktif dari tempat Schmidt bertugas.