Apakah rezim Komunis China musuh Inggris? Jawabannya dapat menentukan nasib dua pria Inggris yang dituduh memata-matai untuk China. Namun, kasus mereka di London tiba-tiba dibatalkan.
Kedua pria tersebut didakwa tahun lalu karena melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi. Mereka dituduh memberikan informasi yang mungkin berguna bagi musuh antara tahun 2021 dan 2023.
Namun, jaksa penuntut membatalkan dakwaan bulan lalu, dengan berkata kasus tidak lagi memenuhi ambang batas bukti. Anggota parlemen Partai Konservatif menuduh pemerintahan Buruh sengaja menutup persidangan untuk menghindari kemarahan China. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer membantah tuduhan ini, berkata itu disebabkan karena pemerintahan Konservatif sebelumnya, yang berkuasa saat dugaan mata-mata ini terjadi, tidak menganggap China sebagai musuh.
[Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris]:
“Kami kecewa karena persidangan tidak dilanjutkan, tetapi sangat jelas bahwa persidangan harus dilakukan berdasarkan situasi saat itu di bawah pemerintahan sebelumnya. Apapun posisi mereka saat itu adalah satu-satunya posisi yang dapat diajukan di persidangan.”
Kepala jaksa penuntut Inggris, Steven Parkinson berkata kantornya telah melakukan segala cara untuk menuntut kedua pria tersebut. Ia menyalahkan pemerintah atas gagalnya kasus ini.
Untuk membuktikan kasus berdasarkan Undang-Undang Rahasia Resmi, jaksa harus menunjukkan bahwa para terdakwa bertindak untuk musuh.
Parkinson berkata kantornya tidak dapat melakukannya karena pemerintah Inggris tidak menyebut China sebagai musuh atau ancaman keamanan nasional.

