Fokus

Intel AS: China Adalah Ancaman Terbesar Bagi AS

Komunitas intelijen bersama setuju bahwa ancaman terbesar bagi Amerika sekarang adalah China. Badan intelijen mempublikasikan penilaian ancaman tahunan mereka hari Selasa. Inilah yang diketahui tentang China.

Sebuah laporan terbaru dari ketua intelijen AS, yang berkata bahwa ancaman nomor satu Amerika datang dari komunis China. Laporan tahunan itu berkata China memiliki kemampuan untuk menyerang AS dengan senjata konvensional, merusak infrastruktur melalui serangan siber, dan menargetkan aset-aset Amerika di luar angkasa. Militer China juga meluaskan kemampuannya dan terus membangun basis militer di luar negeri. Laporan berkata China berkemampuan untuk meluncurkan serangan presisi jarak jauh pada wilayah AS di Pasifik, sejauh Hawaii dan Alaska. Ketua intelijen nasional Tulsi Gabbard berkata hari Selasa bahwa China berinvestasi besar-besaran di pesawat siluman, senjata hipersonik dan senjata nuklir.

[Tulsi Gabbard, Direktur Badan Intelijen Nasional AS]:

“Mereka ingin mengembangkan dan menjaga hubungan positif dengan AS dan pemerintahan Trump untuk memajukan kepentingannya dan menghindari konflik. China mengembangkan kemampuan militernya sebagian untuk mendapat keuntungan saat terjadi konflik militer di AS, di sekitar isu unifikasi dengan Republik China atau Taiwan.”

Gabbard mengungkap hal ini didepan komite intelijen senat selama testimoninya dalam topik ancaman dunia pada AS. Laporan komunitas intelijen juga berkata China adalah ancaman siber yang paling aktif dan terus menerus pada AS. Jika Beijing percaya bahwa konflik besar dengan Washington akan segera terjadi, mereka dapat meluncurkan operasi serangan siber agresif pada infrastruktur penting AS.

[Tulsi Gabbard, Direktur Badan Intelijen Nasional AS]:

“Infrastruktur penting adalah kekhawatiran utama kami, mengingat kita tahu kita telah dieksploitasi, serangan-serangan asimetris ini yang terjadi pada infrastruktur penting, bagaimana mereka dapat dimanfaatkan terutama saat terjadinya konflik.”

Laporan juga berkata China berusaha menggantikan AS sebagai kekuatan AI dunia pada 2030. Militer China dapat menggunakan AI untuk menghasilkan informasi yang palsu. Laporan berkata China telah mencuri ratusan gigabyte kekayaan intelektual, untuk melatih model AI nya.

[Tulsi Gabbard, Direktur Badan Intelijen Nasional AS]:

“Kami tahu mereka tiba-tiba meningkat pesat dalam membuat kemampuan AI dan berkompetisi dengan ketat dengan kemampuan AI kita. Jelasnya, AI dapat dan bisa digunakan dalam berbagai sektor.”

Direktur CIA John Radcliffe memberitahu komite bahwa China masih maju mundur dalam membantu menghentikan aliran kimia prekursor yang memperparah krisis fentanil di AS. Ia berkata itu karena China masih ragu untuk membasmi bisnis yang menggiurkan ini.

Laporan intelijen itu berkata tujuan jangka panjang China adalah untuk memperluas akses mereka ke sumber alam Greenland. Dimana Greenland dapat digunakan sebagai pijakan utama yang strategis di Arktik.

Namun, laporan juga berkata bahwa China masih menghadapi berbagai tantangan domestik seperti korupsi, ketidakseimbangan demografi, dan perlambatan ekonomi. Laporan berkata para pejabat China kelihatan sudah bersiap akan gesekan ekonomi dengan AS, seraya mencari cara untuk menghindari gesekan itu meruncing.

slot gacor