Fokus

Jelang KTT Trump-Xi, Taiwan dan Jepang Cermati Langkah Trump di Selat Taiwan

Saat perdagangan dan AI mendominasi KTT Trump di Washington, Beijing  menegaskan bahwa Taiwan tetap menjadi inti dari garis merah mereka. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, meskipun belum pernah memerintah pulau tersebut. Kini Taipei dan Tokyo mengamati KTT ini dengan seksama untuk melihat tindakan presiden Trump.

Pihak berwenang Taiwan menyatakan bahwa mereka tetap menjaga komunikasi yang erat dengan Washington.  Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim dalam wawancara berkata Taiwan tidak akan mengorbankan demokrasi di tengah tekanan yang semakin meningkat dari China. Presiden Lai Ching-te juga terus menyerukan status quo lintas selat sambil memperkuat pertahanan Taiwan.

Bagi Beijing, Taiwan tetap menjadi isu utama hubungan AS-China, dengan berulang kali menentang penjualan senjata AS ke Taiwan. Pada KTT bulan Mei di Beijing, Xi Jinping menekankan bahwa jika isu Taiwan tidak ditangani dengan benar ini dapat mendorong hubungan AS-China ke arah yang berbahaya.

AS tetap menyatakan bahwa kebijakan Taiwan-nya tidak berubah, namun menlu Marco Rubio mengatakan AS menentang segala bentuk perubahan paksa terhadap status quo di Selat Taiwan.

Di Asia, sekutu-sekutu AS mengamati dengan cermat setiap langkah Presiden Trump menjelang pertemuan puncak Trump-Xi.

Di Jepang, ada kekhawatiran bahwa setiap persepsi tentang konsesi AS terkait Taiwan dapat melemahkan daya pencegah regional dan menimbulkan kekhawatiran keamanan bagi Jepang. Pada hari Selasa, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Trump, sehari sebelum Trump dijadwalkan menyambut Xi Jinping di Pangkalan Gabungan Andrews pada hari Rabu.

slot gacor

situs slot gacor