AS mengerahkan kapal-kapal induk bertenaga nuklir di perairan didekat China sekaligus menegaskan komitmen AS terhadap stabilitas di Laut China Selatan melalui kerja sama militer terbaru dengan Filipina.
Kapal induk USS George Washington tengah melintasi Laut China Selatan. Kapal masuk melalui Selat Luzon minggu lalu, menggantikan kapal tempur Nimitz yang selesai beroperasi. Keduanya adalah kapal bertenaga nuklir. Pada Jumat, kapal George Washington terlihat berada di lokasi tempat jatuhnya dua pesawat Angkatan Laut bulan lalu. Setelahnya, kapal Nimitz bergabung dengan Jepang dan Filipina untuk melakukan patroli trilateral dekat Scarborough Shoal, kawasan yang disengketakan Manila dan Beijing. China memprotes patroli gabungan itu dan mengirim pesawat pembawa bom di atas area tersebut. Sementara Filipina melaporkan keberadaan kapal-kapal Angkatan Laut China yang mengitari Shoal.
AS dan Manila tengah mengambil langkah guna melawan tekanan Beijing. Menteri Perang AS Pete Hegseth dan mitra Filipinanya mengumumkan gugus tugas bersama yang bertujuan untuk menangkal China. Gugus tugas ini akan membantu pasukan AS dan Filipina menindak kapal-kapal China yang melewati perairan yang disengketakan serta meningkatkan koordinasi di masa depan. Konflik antar keduanya masih tinggi setelah berulang kali terjadi pertemuan jarak dekat di sekitar kawasan sengketa.
