Lebih dari 30 orang tewas akibat kebakaran gedung-gedung tinggi hunian di Hong Kong pada hari Rabu. Sekitar 200 orang masih belum diketahui nasibnya. Pihak berwenang setempat telah mengklasifikasikan kebakaran itu sebagai kelas 5, tingkat keparahan tertinggi di Hong Kong.
Lebih dari selusin orang tewas dan sejumlah lainnya tidak diketahui nasibnya, terjebak setelah kebakaran besar melanda beberapa gedung tinggi hunian di Hong Kong hari Rabu.
Pemerintah mengatakan petugas pemadam kebakaran telah dipanggil ke kompleks perumahan Wong fuk Court, yang menampung 2.000 apartemen di distrik Taipo utara, tepat sebelum pukul 3 sore. Angin kencang menyebabkan api menyebar ke tujuh dari delapan blok kompleks tersebut, beberapa di antaranya dilapisi perancah bambu.
Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong memberitahu Reuters bahwa mereka tidak mengetahui jumlah orang yang mungkin masih berada di dalam gedung-gedung tersebut.
[Derek Armstrong Chan, Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong]:
“Selain itu suhu di dalam gedung yang bersangkutan sangat tinggi. Jadi, cukup sulit bagi kami untuk memasuki gedung dan naik ke atas untuk memadamkan kebakaran dan melakukan operasi penyelamatan.”
Hong Kong adalah salah satu tempat terakhir di dunia di mana bambu masih banyak digunakan untuk perancah dan konstruksi. Pemerintah mulai menghentikan penggunaan bambu secara bertahap pada bulan Maret dengan alasan keamanan. Diumumkan bahwa 50% pekerjaan konstruksi publik akan diwajibkan menggunakan rangka logam.
