Mampukah mata uang BRICS menyaingi dolar AS? Perselisihan muncul di antara anggota BRICS yang semakin meningkat. Mereka meragukan rencana kelompok tersebut untuk melengserkan dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia. Akan tetapi, China yang juga anggota BRICS bersikukuh mempromosikannya. Berikut informasi selengkapnya.
BRICS, adalah organisasi multilateral yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, pada 2024 dan 2025 menambah kepesertaan dengan masuknya negara-negara seperti Iran dan Uni Emirat Arab.
Namun perkembangannya juga telah menciptakan keretakan menjelang pertemuan puncak tahunan mereka di Rio de Janeiro, Brasil, Juli ini. Negara-negara seperti Mesir dan Ethiopia menolak niat organisasi untuk mereformasi PBB dan memperluas dewan keamanan.
Beberapa negara seperti Brasil berkata mereka tidak melihat kemungkinan mata uang mereka mampu menggantikan dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia, sesuatu yang telah dipromosikan secara terbuka oleh Partai Komunis China dan Rusia.
Presiden Trump telah memperingatkan negara-negara BRICS mereka akan menghadapi tarif tinggi jika berkonspirasi melawan dolar AS.
Negara-negara seperti Rusia dan Partai Komunis China bersepakat memperkuat hubungan bilateral dengan negara sekutu, misalnya pertemuan pejabat PKC dengan menteri luar negeri Afghanistan dari Taliban dan menteri luar negeri Pakistan minggu ini di Beijing.
Melaporkan di Washington DC, Luis Eduardo Martinez, NTD News.
