Sebuah kota kecil di Provinsi Sichuan, Jiangyou, telah menjadi pusat perhatian beberapa hari terakhir. Protes massal yang dipicu oleh ketidakadilan sosial telah berlangsung selama seminggu. Pasukan polisi khusus telah dikerahkan, namun masih terdengar seruan-seruan yang paling ditakuti rezim. Sebagai pengingat, beberapa penonton mungkin akan merasa terganggu dengan video berikut.
Selasa pagi di Jiangyou, teriakan, sirene polisi, dan teriakan para pemrotes memenuhi jalanan.
Laporan lokal berkata polisi menembakkan gas air mata dan granat kejut ke kerumunan. Protes terus berlanjut siang dan malam.
Banyak video menunjukkan petugas polisi memukuli para pemrotes, mulai dari mahasiswa hingga warga lanjut usia. Beberapa polisi tampak agresif, yang adalah tim SWAT polisi setempat.
Terekam pula beberapa demonstran ditangkap dan dimasukkan ke dalam kandang di atas truk, yang biasanya digunakan untuk mengangkut babi, sebuah tindakan yang dianggap sangat mempermalukan mereka yang ditahan.
Hal ini telah memicu kritik daring yang luas. Protes kini telah menyebar ratusan kilometer hingga ke Kunming. Pada hari Kamis, seorang pria terlihat di luar sebuah lokasi wisata memegang spanduk bertuliskan, “Mundur, Xi Jinping”.
Jadi apa yang memicu protes massal ini? Sebuah video viral baru-baru ini menunjukkan beberapa gadis remaja memukuli gadis lain, sambil menyombongkan diri bahwa mereka tidak akan menghadapi konsekuensi dari penegak hukum.
Pemerintah setempat berkata pelaku telah dihukum, tetapi laporan media China mengatakan sebaliknya. Hal itu telah memicu kemarahan penduduk setempat. Mereka sekarang menuntut hukuman yang pantas bagi para pelaku.
