Pembatasan ekspor tanah jarang China menunjukkan betapa rapuhnya rantai pasokan mineral penting. Menyusul AS, Uni Eropa kini siap berinvestasi di mineral penting Australia.
Hari Jumat, komisioner perdagangan Uni Eropa mengatakan mereka telah menyelesaikan putaran pertama proyek untuk mengamankan rantai pasokan. Di antaranya, Uni Eropa memprioritaskan proyek mineral penting Australia setelah mengalami kekurangan logam tanah jarang dan lithium, yang vital bagi industri seperti AI dan pertahanan.
Idenya berasal dari Jepang, yang telah mengamankan pasokan mineral pentingnya dengan berinvestasi di pertambangan dan pabrik pengolahan. Pada 2010, China memberlakukan larangan ekspor tanah jarang ke Jepang. Walau larangan tidak diumumkan secara resmi, bea cukai China menghentikan pengiriman beberapa minggu, dan menciptakan tekanan pada industri teknologi tinggi Jepang, hingga Tokyo harus mendiversifikasi sumber pasokannya.
Uni Eropa dapat berpartisipasi di proyek Australia melalui kepemilikan saham, kesepakatan pasokan jangka panjang, atau investasi bersama.Komisioner perdagangan Uni Eropa berkata rincian lebih lanjut akan segera diumumkan.
Pada bulan Oktober, AS dan Australia menandatangani kerangka kerja mineral dan tanah jarang untuk menangkal dominasi China. Masing-masing negara berkomitmen setidaknya 1 miliar dolar selama 6 bulan kedepan untuk meluncurkan proyek pertambangan dan pemurnian baru.

