Tag: mineral tanah jarang

  • Tekan Jepang, China Batasi Ekspor Dysprosium dan Yttrium Hingga Anjlok 70%

    Tekan Jepang, China Batasi Ekspor Dysprosium dan Yttrium Hingga Anjlok 70%

    Beijing menekan Jepang dengan keras terkait unsur tanah jarang. Pada paruh pertama tahun ini, impor Jepang atas dua jenis mineral tanah jarang yang langka anjlok lebih dari 70% dibandingkan dua tahun lalu, menurut Nikkei Asia.

    Unsur tanah jarang tersebut adalah Dysprosium dan Yttrium, yang penting untuk magnet dalam kendaraan listrik dan komponen peralatan chip. Tekanan muncul setelah China membatasi ekspor tujuh jenis unsur tanah jarang, termasuk kedua unsur tersebut tahun lalu.

    Beijing juga meningkatkan tekanan tahun ini, membatasi ekspor unsur tanah jarang dan barang-barang penggunaan ganda lainnya ke lebih dari 40 perusahaan Jepang. Sebagai tanggapan, Jepang meningkatkan pasokan logam tanah jarang dari negara-negara lain, walau volumenya belum cukup.

    Tokyo kini berupaya mempercepat upaya ekstraksi logam tanah jarang dari laut dalam dan Asia Tenggara.

  • Lawan Dominasi China, Uni Eropa Akan Berinvestasi di Mineral Australia

    Lawan Dominasi China, Uni Eropa Akan Berinvestasi di Mineral Australia

    Pembatasan ekspor tanah jarang China menunjukkan betapa rapuhnya rantai pasokan mineral penting. Menyusul AS, Uni Eropa kini siap berinvestasi di mineral penting Australia.

    Hari Jumat, komisioner perdagangan Uni Eropa mengatakan mereka telah menyelesaikan putaran pertama proyek untuk mengamankan rantai pasokan. Di antaranya, Uni Eropa memprioritaskan proyek mineral penting Australia setelah mengalami kekurangan logam tanah jarang dan lithium, yang vital bagi industri seperti AI dan pertahanan.

    Idenya berasal dari Jepang, yang telah mengamankan pasokan mineral pentingnya dengan berinvestasi di pertambangan dan pabrik pengolahan. Pada 2010, China memberlakukan larangan ekspor tanah jarang ke Jepang. Walau larangan tidak diumumkan secara resmi, bea cukai China menghentikan pengiriman beberapa minggu, dan menciptakan tekanan pada industri teknologi tinggi Jepang, hingga Tokyo harus mendiversifikasi sumber pasokannya.

    Uni Eropa dapat berpartisipasi di proyek Australia melalui kepemilikan saham, kesepakatan pasokan jangka panjang, atau investasi bersama.Komisioner perdagangan Uni Eropa berkata rincian lebih lanjut akan segera diumumkan.

    Pada bulan Oktober, AS dan Australia menandatangani kerangka kerja mineral dan tanah jarang untuk menangkal dominasi China. Masing-masing negara berkomitmen setidaknya 1 miliar dolar selama 6 bulan kedepan untuk meluncurkan proyek pertambangan dan pemurnian baru.

  • AS Kejar Realisasi Kesepakatan Tanah Jarang China Sebelum Thanksgiving

    AS Kejar Realisasi Kesepakatan Tanah Jarang China Sebelum Thanksgiving

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kesepakatan tanah jarang antara AS dan China diharapkan akan selesai pada Hari Thanksgiving. Hal ini disampaikan  Bessent dalam wawancaranya dengan Fox News hari Minggu.

    [Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

    “Kami bahkan belum menyelesaikan perjanjian yang harapannya rampung pada Thanksgiving. Saya yakin bahwa pasca pertemuan kami di Korea antara kedua pemimpin, Presiden Trump, Presiden Xi dari China akan menghormati perjanjian mereka.”

    Pada 30 Oktober, AS dan China telah mencapai kerangka perjanjian dan sebagai bagian dari persyaratan, Washington setuju untuk tidak mengenakan tarif 100% atas impor China, sementara China menunda pembatasan ekspor tanah jarang dan akan melakukan sejumlah besar pembelian kedelai AS.

    Dalam wawancara tersebut, Bessent menolak laporan Wall Street Journal baru-baru ini yang mengatakan para pejabat China berencana membatasi akses tanah jarang ke Perusahaan-perusahaan militer AS.

    Menanggapi pertanyaan apabila China lalai menepati janji, Bessent berkata bahwa AS punya banyak keunggulan, namun untuk saat ini, Bessent tetap optimis. Perihal apakah perusahaan China kemungkinan dikeluarkan dari bursa saham AS, Bessent berkata, “Semua opsi ada di atas meja.”

  • AS dan Sekutu Tolak Dikelola Beijing, Kecam China ‘Cekik Rantai Pasokan Global’

    AS dan Sekutu Tolak Dikelola Beijing, Kecam China ‘Cekik Rantai Pasokan Global’

    Para pejabat tinggi AS berkata bahwa China ingin mencekik rantai pasokan dunia dan mendikte ekonomi global, tetapi mereka tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Mereka mengirim pesan tersebut pada hari Rabu ketika para menteri Keuangan dari seluruh dunia berkumpul di Washington DC untuk menghadiri pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia.

    [Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

    “Jangan salah, ini China melawan dunia. Mereka telah menerapkan kontrol ekspor yang tidak dapat diterima ini pada seluruh dunia. China adalah ekonomi komando dan kontrol, dan kita bersama sekutu tidak akan diperintah maupun dikendalikan. Mereka adalah ekonomi negara dan kita tidak akan membiarkan sekelompok birokrat di Beijing mencoba mengelola rantai pasokan global.”

    Beijing meluncurkan kontrol ekspor tanah jarang terbarunya Rabu lalu, yang memicu protes dari banyak pemerintah, termasuk AS dan Uni Eropa. Bessent tidak berpikir keputusan itu datang langsung dari Xi, tetapi memperingatkan bahwa China akan paling dirugikan jika seseorang dalam PKC berpikir mereka dapat memperlambat ekonomi global.

    [Jamieson Greer, Perwakilan Dagang AS]:

    “Pada intinya langkah baru China ini mencakup aturan yang menyatakan bahwa setiap produk yang lebih dari 0.1% mineralnya terdiri dari mineral yang ditambang atau diproses di China, harus meminta persetujuan dari pemerintah China sebelum memperdagangkannya. Karena banyak semikonduktor penting, misalnya, memiliki mineral kritis ini dan semikonduktor terdapat di hampir semua hal, aturan ini memberi China kendali atas seluruh ekonomi global dan rantai pasokan teknologi.”

    Presiden Trump berjanji untuk mengenakan tarif tambahan 100% kepada China pada hari Jumat. Beijing menanggapi dua hari kemudian tanpa memberlakukan tarif pembalasan apa pun terhadap barang-barang AS. Para pakar China melihat ini sebagai sikap yang lebih lunak dari China. Beijing mengatakan kontrol ekspor bukan merupakan larangan ekspor, tetapi wakil perdagangan AS Jamieson Greer berkata pembatasan yang diberlakukan Beijing akan terlalu rumit untuk diterapkan, karena tidak ada cukup orang untuk mengorganisirnya.

    Bessent berkata bahwa presiden Trump masih berencana bertemu dengan Xi di KTT Apec di Korea Selatan. Ia menambahkan bahwa AS dan China akan membahas banyak hal sebelum pertemuan, termasuk kemungkinan perpanjangan gencatan tarif.

  • Negosiasi Dagang AS-China di Madrid: Bahas TikTok, Tanah Jarang dan Fentanil

    Negosiasi Dagang AS-China di Madrid: Bahas TikTok, Tanah Jarang dan Fentanil

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Madrid pada hari Senin. Para pejabat berkata poin negosiasi antara lain adalah mineral tanah jarang, fentanil, serta larangan TikTok.

    Presiden Trump berkata negosiasi perdagangan dengan China di Spanyol telah berjalan sangat baik dan akan segera berakhir. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan masalah Tiktok juga hampir selesai.  

    [Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

    “Rekan-rekan China kita telah datang dengan permintaan yang sangat agresif. Kita lihat saja apakah kita bisa mencapainya. Saat ini kita tidak rela mengorbankan keamanan nasional demi aplikasi media sosial.”

    Presiden Trump menetapkan batas waktu 17 September bagi Bytedance untuk menjual platformnya kepada perusahaan Amerika. Trump direncanakan akan berbicara dengan pemimpin China Xi Jinping pada hari Jumat untuk menyelesaikannya, namun Bessent berkata meskipun kesepakatan TikTok tidak tercapai, hal itu tidak akan berpengaruh pada hubungan kedua negara.

    Selain TikTok, ada isu-isu lain yang belum terselesaikan, antara lain dukungan Beijing terhadap perang Rusia di Ukraina. Pekan lalu, Presiden Trump menulis surat pada sekutu NATO tentang pengenaan tarif hukuman terhadap China, sekutu nomor satu Rusia dalam perang tersebut.

    Ia berkata, “Saya siap menerapkan sanksi besar pada Rusia jika semua negara NATO telah sepakat…. dan ketika semua negara NATO berhenti membeli minyak dari Rusia.”

    “Juga, NATO, sebagai sebuah kelompok, mengenakan tarif 50% hingga 100% terhadap China.”

    “China punya kendali yang kuat, dan bahkan cengkeraman atas Rusia, dan tarif yang kuat ini akan mematahkan cengkeraman itu.”

    Dia mendesak anggota NATO untuk bersekutu dengan AS untuk menghentikan perang.

    Menurut Wall Street Journal, Xi mendesak Trump untuk mengunjungi China bulan Oktober. AS dilaporkan menginginkan pertemuan itu diadakan di Korea Selatan selama KTT Apex yang berlangsung akhir Oktober hingga awal November.

    AS juga terus menekan China untuk berhenti mempersenjatai kendalinya atas tanah jarang, dimana Beijing mengendalikan sekitar 70% produksi tanah jarang global.

  • Trump dan Xi Bicara di Telepon di Tengah Perang Dagang

    Trump dan Xi Bicara di Telepon di Tengah Perang Dagang

    Presiden Trump dan pemimpin Partai Komunis China, Xi Jinping, berbicara melalui telepon pada Kamis lalu ditengah ketegangan perang dagang AS-China. Koresponden Gedung Putih, Iris Tao melaporkan.

    Panggilan ini jelas telah lama ditunggu-tunggu, karena jika Anda ingat, ketegangan telah meningkat antara kedua negara selama berbulan-bulan sejak pengumuman tarif timbal balik pada China, kemudian eskalasi tarif oleh kedua belah pihak. Dan Kamis ini, Presiden Trump telah berbicara dengan Xi Jinping selama satu jam 30 menit dan mengatakan bahwa keduanya telah meluruskan kompleksitas kesepakatan dagang, utamanya terkait mineral tanah jarang.

    Panggilan ini terjadi beberapa hari setelah Trump menuduh China “telah sepenuhnya melanggar” kesepakatan dagang di Jenewa beberapa waktu lalu, Dimana keduanya setuju untuk menunda tarif. Hari ini, Trump berkata pembicaraan dagang “seharusnya kembali sesuai rencana.”

    [Presiden Trump]:

    “Seperti yang Anda tahu kami telah sepakat dengan China, kami sedang meluruskan beberapa hal, utamanya berkaitan dengan magnet tanah jarang dan hal lainnya. Kami ingin memastikan bahwa semua paham apa isi kesepakatan itu.”

    Meski Trump dan pejabat AS telah memperingatkan bahwa Partai Komunis China memiliki sejarah melanggar janjinya terkait perjanjian perdagangan yang sudah ada, misalnya terkait masalah fentanil dan China tetap tidak menepati janjinya dalam upaya menghentikan ekspor fentanil ke AS selama bertahun-tahun.

    Sementara itu, Trump mengatakan bahwa tim dari kedua pihak akan segera bertemu lagi di tempat yang akan ditetapkan, dan bahwa Trump maupun Xi telah bersedia untuk saling mengunjungi negara masing-masing.