Fokus

Mantan Agen CIA Bocorkan Taktik Jebakan Madu Ala China dan Rusia

Intelijen AS memperingatkan bahwa China dan Rusia mempekerjakan mata-mata seks dalam upaya mencuri teknologi dan rahasia negara sebagai bagian dari kampanye perang psikologis melawan Washington.

Dalam wawancara dengan Fox News hari Rabu, seorang mantan agen CIA, Michael Waller menceritakan kisah pertemuannya dengan seorang wanita muda berkebangsaan China di sebuah acara kerja di Polandia. Waller segera menyadari bahwa itu adalah taktik jebakan madu.

[Michael Waller, Mantan Agen CIA]:

“Ketika kami tiba di hotel, dia dengan ramah menawarkan dirinya pergi ke kamar saya. Kemudian saya menatapnya dan bilang padanya, mana ada wanita 25 tahun yang mau berbuat hal semacam itu dengan saya. Anda ini mata-mata.'”

Waller berkata wanita itu telah mengetahui latar belakangnya secara terperinci setelah ia melapor ke pihak berwenang Polandia. Beberapa hari setelahnya dia diusir dari Polandia.. Waller menyoroti bahwa taktik ini sekarang diorganisir oleh sekolah-sekolah di China dan Rusia yang melatih kaum muda mudi menjadi mata-mata.

Seorang mantan mata-mata Rusia baru-baru ini memberi tahu New York Post bahwa Rusia menggunakan taktik jebakan madu menargetkan Silicon Valley untuk mencuri rahasia dagang dan teknologi.

Awal tahun ini, AS telah menerapkan larangan bagi para pejabatnya di China menjalin hubungan dengan warga negara China. Bagi siapapun yang melanggar kebijakan akan diminta meninggalkan negara tersebut.