Mantan Perdana Menteri China Zhu Rongji meninggal dunia hari Rabu di usia 97 tahun. Ia menjabat dari tahun 1998 hingga 2003, mendorong China bergabung dengan WTO pada 2001, dan membantu mengubah China menjadi pabrik dunia dengan produk-produk “Made in China”.
Tanpa China di WTO, mungkin tidak akan ada perang dagang AS-China saat ini. Di dalam negeri, Zhu dikenal sebagai sosok tegas dalam bidang ekonomi yang mendorong reformasi besar-besaran, membantu meletakkan landasan bagi pertumbuhan pesat ekonomi China pada beberapa dekade berikutnya.
Selain warisan reformasi ekonomi, Zhu juga dikenal karena pendekatan lunaknya pada Falun Gong sebelum penganiayaan dimulai tahun 1999. Pada 25 April tahun itu, lebih dari 10,000 praktisi Falun Gong berkumpul di dekat kantor pengaduan Dewan Negara di Beijing untuk mengajukan petisi. Ini terjadi setelah penangkapan 45 praktisi di sebuah kota dekat Beijing yang memprotes sebuah artikel majalah yang mengkritik Falun Gong.
Zhu bertemu dengan perwakilan praktisi tersebut dan menyetujui permintaan mereka, termasuk pembebasan para praktisi yang ditangkap. Ia juga mengizinkan penerbitan buku-buku Falun Gong. Meskipun berakhir damai, pemimpin rezim China saat itu, Jiang Zemin, memutuskan untuk menganiaya Falun Gong atas popularitasnya yang makin meningkat.
