Fokus

Meta Raup Miliaran Dolar Dari Iklan Penipuan Asal China

Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa Meta telah menerima sejumlah besar iklan penipuan yang berasal dari China pada 2024 dan meraup keuntungan miliaran dolar darinya. Namun, perusahaan tersebut menyatakan telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah iklan penipuan dalam skala global.

Investigasi Reuters menyebut Meta menghadapi tingkat iklan penipuan yang tinggi dari China pada 2024. Rezim otoriter China melarang warganya menggunakan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, tetapi mengizinkan perusahaan-perusahaan China untuk memasang iklan bagi audiens di negara lain melalui platform tersebut.

Bisnis iklan Meta berkembang pesat di China, pendapatan tahunan mencapai lebih dari $18 miliar pada 2024. Jumlah itu mencakup lebih dari 10% total pendapatan Meta. Namun, menurut laporan Reuters, Meta menemukan bahwa hampir 20% dari uang tersebut berasal dari iklan penipuan, judi ilegal, pornografi, dan konten terlarang lainnya.

Meta sempat membentuk tim anti-penipuan untuk memangkas jumlah iklan tersebut hingga setengahnya selama 2024, yang berdampak pada penurunan pendapatan. Namun, tim tersebut kemudian “dihentikan sementara” dan tim penanganan khusus China pun dibubarkan.

Zuckerberg meminta timnya untuk menggandakan upaya guna mengurangi konten berbahaya di seluruh dunia, termasuk di China. Stone menyatakan bahwa dalam 18 bulan terakhir, sistem otomatis Meta telah memblokir atau menghapus 46 juta iklan yang diajukan mitra bisnisnya di China, yang umumnya dilakukan sebelum iklan tersebut beredar.

Senator AS, Josh Hawley dan Richard Blumenthal telah menuntut penyelidikan federal terkait masalah iklan penipuan ini. Laporan ini muncul saat Kementerian Pertahanan Nasional China tengah dikritik karena membuat akun media sosial di platform X pada 8 Desember. Beberapa pengguna mempertanyakan bagaimana pihak berwenang dapat mengakses platform tersebut sementara warga sipil dilarang.

Layanan utama Meta—Facebook, Instagram, dan WhatsApp—dilarang di China. Pengguna di China hanya dapat mengakses platform ini dengan menggunakan VPN untuk menembus blokade internet Beijing. Partai Komunis China tidak memberi ijin dan pengguna dapat menghadapi hukuman penjara jika melanggar.