Pemerintahan Trump mengalihkan fokusnya kembali ke Indo-Pasifik, tempat Partai Komunis China menjadi semakin agresif. Pada hari Rabu, Rumania memberitahu rencana AS untuk mengurangi pasukan Amerika di sisi timur NATO yang dekat dengan Rusia.
Menurut menteri pertahanan Rusia, menhan AS Pete Hegseth telah memberitahu Eropa bahwa mereka perlu meningkatkan pertahanan mereka sendiri. Itu saat AS mengalihkan perhatiannya ke kawasan Indo-Pasifik.
Sekitar 1,000 tentara Amerika akan tetap di Rumania. Pentagon berkata keputusan untuk mengurangi pasukan tidak berarti AS menarik diri dari Eropa atau sinyal berkurangnya komitmen terhadap NATO.
Hari Rabu, Hegseth menggambarkan hubungan AS-Jepang sangat penting dalam menjaga keamanan kedua negara dan menghadapi ancaman komunis China.
[Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS]:
“Seperti yang dibahas menhan Jepang dan saya hari ini, situasi keamanan di sekitar Jepang dan kawasan ini tetap, seperti yang kami sepakati, parah. Ancaman yang kita hadapi nyata dan mendesak. Penumpukan militer China belum pernah terjadi sebelumnya dan tindakan agresif militernya sudah membuktikannya. Itulah mengapa agenda perdamaian melalui kekuatan Presiden Trump sangat penting. Kita tidak perlu berdiri disini dan memberitahu Jepang apa yang perlu dilakukan. Kita berdua memandang dunia, dan melihat ancaman militer China, ancaman pada kebebasan rakyat, dan kita harus membela negara kita sendiri dan berdiri berdampingan satu sama lain.”
Hegseth juga menyerukan implementasi awal rencana Jepang untuk meningkatkan anggaran pertahanan. Jepang menganggap lingkungan keamanan di sekitar negaranya sebagai yang paling parah, sejak berakhirnya Perang Dunia II. Hal itu sebagian disebabkan oleh ekspansi militer China dan program rudal serta nuklir Korea Utara.
