Produsen chip AS, NVIDIA diduga membantu perusahaan China, Deepseek, dalam pengembangan teknologi AI yang secara langsung membantu militer China. Demikian isi surat yang ditulis ketua kongres urusan China John Moolenaar kepada Sekretaris dagang AS, Howard Lutnik.
Berdasarkan isi surat yang diberitakan Reuters, NVIDIA memberikan banyak dukungan teknis kepada Deepseek sejak 2024 tanpa menyadari teknologi itu dipakai untuk menopang militer China. China memiliki riwayat mencuri rahasia dapur perusahaan-perusahaan AS yang berbisnis di China.
Deepseek menjadi populer tahun lalu setelah berhasil menciptakan inovasi yang menandingi ChatGPT versi OpenAI. Perusahaan mengklaim daya komputasi yang lebih efisien, memicu kekhawatiran bahwa China dapat menyusul dalam perlombaan AI.
Awal bulan ini, pemerintahan Trump menyetujui penjualan chip NVIDIA termutakhir H200 ke China. Meski diberlakukan larangan tidak untuk militer, namun Moolenaar meragukan tujuan pemakaian chip tersebut akan berakhir mendukung militer China.

