Tag: chatgpt

  • Booming AI di China Dorong PHK Besar-besaran

    Booming AI di China Dorong PHK Besar-besaran

    Seorang pekerja di perusahaan internet besar China memberitahu Reuters hari Selasa bahwa pemutusan hubungan kerja dimulai tak lama setelah karyawan diminta mulai menggunakan alat AI.

    Beijing telah mendorong perusahaan untuk mengadopsi AI sambil berusaha membatasi PHK skala besar. Akibatnya, para pekerja dan pakar industri berkata perusahaan melakukan pemangkasan yang lebih kecil atau restrukturisasi untuk menghindari pemeriksaan pemerintah.

    Beberapa sektor mengalami perubahan dramatis, termasuk industri hiburan, di mana aktor AI dan set digital menggantikan tim produksi dan kebutuhan tenaga kerja.

    Pergeseran terjadi saat China mendorong adopsi AI secara luas hingga akhir dekade ini, meskipun ada jutaan lulusan baru masuk ke pasar kerja.

    Para analis memperkirakan sekitar 70 juta pekerjaan di China berisiko tinggi tergantikan AI, memicu apa yang disebut sebagai kecemasan AI yang makin meningkat.

    Di seluruh China, para pekerja menyadari mereka harus beradaptasi dengan AI atau berisiko tertinggal.

  • Rilis Terbaru DeepSeek V4 Gagal Menggebrak, Dinilai Biasa Saja

    Rilis Terbaru DeepSeek V4 Gagal Menggebrak, Dinilai Biasa Saja

    Deepseek kembali dengan versi terbaru dari model AI-nya, namun kali ni reaksinya jauh lebih lesu. Startup kecerdasan buatan asal China ini mengguncang Silicon Valley tahun lalu dengan mengklaim mampu mengembangkan AI yang kuat dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan pesaing-pesaingnya di AS.

    Kini, rilis terbaru perusahaan pada Jumat yang diberi nama Deepseek V4 tidak memiliki dampak yang sama. Uji coba awal menunjukkan kinerjanya lebih baik, tetapi tidak jauh melampaui pesaing. Sebaliknya, kinerjanya hampir sejajar dengan sistem AI teratas dari perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic. Ini mencerminkan seberapa cepat pasar telah beradaptasi. Model yang murah dan efisien tidak lagi menjadi kejutan, dan kondisi yang memicu kejutan tahun lalu kini tidak sama lagi.

    Kini Deepseek menawarkan diskon besar-besaran pada pengembang hingga awal bulan depan untuk menarik pengguna. Di saat yang sama, ada perubahan lain yang terjadi. Ini adalah model Deepseek pertama yang dirancang untuk berjalan di chip buatan Huawei sendiri. Perubahan terjadi setelah AS memberlakukan pembatasan ekspor terhadap semikonduktor canggih.

  • NVIDIA Diduga Dukung Teknologi AI Deepseek

    NVIDIA Diduga Dukung Teknologi AI Deepseek

    Produsen chip AS, NVIDIA diduga membantu perusahaan China, Deepseek, dalam pengembangan teknologi AI yang secara langsung membantu militer China. Demikian isi surat yang ditulis ketua kongres urusan China John Moolenaar kepada Sekretaris dagang AS, Howard Lutnik.

    Berdasarkan isi surat yang diberitakan Reuters, NVIDIA memberikan banyak dukungan teknis kepada Deepseek sejak 2024 tanpa menyadari teknologi itu dipakai untuk menopang militer China. China memiliki riwayat mencuri rahasia dapur perusahaan-perusahaan AS yang berbisnis di China.

    Deepseek menjadi populer tahun lalu setelah berhasil menciptakan inovasi yang menandingi ChatGPT versi OpenAI. Perusahaan mengklaim daya komputasi yang lebih efisien, memicu kekhawatiran bahwa China dapat menyusul dalam perlombaan AI.

    Awal bulan ini, pemerintahan Trump menyetujui penjualan chip NVIDIA termutakhir H200 ke China. Meski diberlakukan larangan tidak untuk militer, namun Moolenaar meragukan tujuan pemakaian chip tersebut akan berakhir mendukung militer China.

  • OpenAI Memblokir Akun Pengawasan China

    OpenAI Memblokir Akun Pengawasan China

    Open AI, perusahaan peneliti kecerdasan buatan, telah memblokir beberapa akun yang dipercaya berasal dari China. Mereka menggunakan chatbot ChatGPT untuk mengembangkan alat pengawasan media sosial AI. Sean Marshall dari NTD melaporkan.

    Open AI memblokir sekelompok akun Chat GPT berbahasa Mandarin setelah menemukan deskripsi dari alat untuk mengawasi aktivitas media sosial, yang ditenagai oleh model yang bukan milik OpenAI. Salah satu aktivitas utama dari operasi ini adalah membuat deskripsi detail, yang konsisten dengan promosi penjualan, yang dideskripsikan sebagai: “Asisten AI Opini Publik Luar Negeri Qianyue”. Fokus lain adalah aliran kerja menggunakan ChatGPT untuk membuat komentar-komentar tentang organisasi para pembelot China, terutama kelompok aliran spiritual Falun Gong, dan membuat komentar tentang politik dan UU di AS, serta mencari topik-topik tentang pelaku politik. Terkadang, pelaku meminta model AI untuk menjadi sebuah persona palsu berbahasa Inggris, bernama Thompson. OpenAI tidak dapat mengidentifikasi komentar-komentar yang diposting online. Laporan juga menyebutkan alat pendengar media sosial, yang mereka katakan telah digunakan untuk memberikan laporan real-time, tentang protes di Barat pada layanan keamanan China. Sekelompok pengguna ini juga menggunakan layanan ChatGPT untuk membantu menganalisa dokumen, mengubah dan melakukan debug kode-kode di alat ini.

    OpenAI melaporkan bahwa jaringan ini terdiri dari akun-akun ChatGPT yang beroperasi di pola waktu yang sama dengan jam-jam operasional Daratan China, melakukan prompt dalam bahasa Mandarin, dan menggunakan alat kami dengan volume dan jenis yang menunjukkan ini adalah prompt secara manual, bukan otomatis. Kepala penyelidik berkata, ini adalah pertama kalinya perusahaan telah menemukan alat AI seperti ini. Saat membagikan kasus ini secara publik, OpenAI berkata mereka ingin menggarisbawahi bagaimana rezim otoriter berusaha memanfaatkan AI buatan AS melawan AS dan sekutunya, juga warganegara mereka sendiri. Sean Marshall, NTD News.

  • Taiwan Larang Agen Pemerintahan Gunakan Deep Seek

    Taiwan Larang Agen Pemerintahan Gunakan Deep Seek

    Taiwan telah melarang agen-agen pemerintahannya menggunakan Deep Seek, model AI China yang mirip Chat GPT, dengan alasan keamanan.

    Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 3 Februari, pemerintahan Taiwan berkata model AI China tersebut mengandung risiko kebocoran informasi dan kekhawatiran keamanan lainnya.

    Selain Taiwan, negara-negara seperti Italia, Korea Selatan, Prancis, Belgia, serta Amerika Serikat, semua menyatakan kekhawatiran mereka tentang apakah model AI China itu akan mengirimkan data pengguna ke Beijing. Beberapa negara telah merencanakan penyelidikan pada operasi perusahaan itu.