Virus korona kembali menjadi berita. Organisasi Kesehatan Dunia telah menetapkan jenis baru sebagai varian yang sedang dipantau. Virus ini juga sedang menunjukkan peningkatannya di China. Berikut laporannya.
WHO mengatakan varian NB.1.8.1 menimbulkan risiko rendah pada kesehatan masyarakat di tingkat global. Vaksin COVID-19 saat ini diharapkan tetap efektif, baik untuk gejala maupun pada tingkat yang lebih serius.
Beberapa negara telah melaporkan peningkatan kasus, namun WHO mencatat tidak ada bukti bahwa NB.1.8.1 menyebabkan penyakit yang lebih parah dari varian lain yang saat ini beredar. WHO mendefinisikan varian ini sebagai varian yang “sedang dipantau”.
Pembaruan ini muncul di tengah laporan peningkatan kasus Covid19 di China. Pasien di sana menggambarkan rasa sakit yang sangat menyengat di tenggorokan, seperti menelan pecahan kaca. Direktur departemen penyakit menular di sebuah rumah sakit Beijing mengatakan kebangkitan Covid19 ini diperkirakan akan mencapai puncaknya akhir bulan ini. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China berkata varian NB.1.8.1 sekarang menjadi jenis yang dominan di negara itu.
Sejak pandemi dimulai pada 2020, Partai Komunis China telah menghadapi tuduhan penyembunyian data, khususnya mengenai jumlah kematian akibat virus. Covid19 pertama kali muncul di Wuhan, China pada akhir tahun 2019. Pada bulan April, pemerintahan Trump memperbarui situs web Covid19 untuk mencerminkan teori bahwa virus bocor dari Institut Virologi Wuhan.
Sementara itu, program pemeriksaan bandara CDC telah mendeteksi banyak kasus varian NB.1.8.1 di AS. Catatan menunjukkan pelancong internasional yang tiba di California, Washington, Virginia, dan New York telah dinyatakan positif. Negara bagian lain termasuk Hawaii, Ohio, dan Rhode Island juga telah melaporkan kasus yang tidak terkait dengan pemeriksaan bandara.

