Fokus

Pengakuan Mantan Tentara AS Menjadi Spionase China

Seorang mantan tentara AS kini menghadapi ancaman penjara atas upayanya menjual rahasia pertahanan AS kepada PKC. Joseph Schmidt mengaku bersalah atas dua tindak pidana berat. Menurut Departemen Kehakiman, Schmidt memiliki akses ke informasi intelijen rahasia selama menjabat.

Schmidt adalah ketua tim intelijen Angkatan Darat di Joint Base Lewis-McChord, pusat militer AS di Washington. Markas gabungan angkatan darat dan udara ini berperan krusial dalam menghadapi ancaman militer China, markas bagi Korps Pertama Amerika, Komando Operasional Angkatan Darat untuk Indo-Pasifik, sekaligus tempat latihan bersama sekutu AS seperti Jepang dan Australia.

Selama 5 tahun menjabat, Schmidt memiliki akses ke rahasia pertahanan. Ia keluar pada 2020.

Menurut berkas pengadilan, tak lama setelah keluar, Schmidt mengirim email kepada konsulat China di Turki dan pejabat intelijen China, menawarkan informasi militer AS yang terklasifikasi.

Ia kemudian pergi ke Hong Kong, dan terus melakukan lobi dengan beberapa aparat China. Ia tinggal di sana sekitar 2 tahun sebelum akhirnya ditangkap FBI saat tiba di San Francisco pada 2023.

Departemen Kehakiman berkata Schmidt memiliki copy dokumen rahasia militer AS terperinci. Ia juga diduga membantu perusahaan teknologi China merancang perangkat untuk mendekode sistem intelijen militer AS.

Schmidt dijatuhi hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda 250.000 dolar AS. Sidang vonisnya dijadwalkan pada awal September.

Kasus Schmidt bukan kasus pertama. Tiga bulan lalu, tiga personel militer lainnya ditangkap karena diduga membocorkan intelijen pertahanan kepada PKC. Dua di antaranya adalah tentara aktif dari tempat Schmidt bertugas.