Perdana Menteri Australia dievakuasi dari kediamannya Selasa lalu setelah menerima ancaman bom palsu. Ancaman ini ditujukan kepada kelompok musik dan tari asal New York, yang merupakan bentuk teror terbaru dari Partai Komunis China terhadap grup tersebut. Koresponden NTD Jack Bradley melaporkan dari Washington.
Sebuah grup seni pertunjukan Shen Yun yang berpusat di New York, telah menjadi target utama Partai Komunis China karena misinya menghidupkan kembali budaya tradisional China dengan slogan utamanya “China sebelum Komunisme”. Perusahaan itu kerap menerima ancaman bom dan kematian, meski pada akhirnya tak pernah terealisasi. Seorang kepala negara kini turut terseret dalam situasi ini.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, terpaksa dievakuasi setelah sebuah ancaman dikirimkan kepada grup tari tersebut. Pesan itu mengklaim bahwa sejumlah bahan peledak jenis nitrogliserin telah diletakkan di sekitar kediaman Perdana Mentri dan akan diledakkan jika pertunjukan tetap berlanjut. Polisi Federal telah menyisir lokasi dan memastikan ancaman tersebut palsu, namun evakuasi tetap dilakukan demi keamanan.
[Lucy Zhao, Himpunan Falun Dafa Australia]:
“Kita tidak boleh membiarkan kebencian dan campur tangan Partai Komunis China terus terjadi di Australia.”
[Augus Taylor, Pemimpin Partai Oposisi Australia]:
“Ini tidak bisa diterima. Saya ingin pastikan bahwa kita harus merapat ke dalam barisan.”
[Jane Hum, Anggota Senat Australia]:
“Saya merasa lega bahwa Perdana Menteri dalam keadaan baik dan ancaman tersebut tidak terbukti.”
Pada akhirnya Pertunjukan Shen Yun di Australia tidak terdampak dan tetap berjalan sesuai jadwal. Sayangnya, grup ini sudah terbiasa dengan ancaman semacam ini. Meski tidak pernah ada serangan nyata ataupun pembatalan pertunjukan.
Bulan lalu, Shen Yun menerima email serupa menargetkan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Ancaman semacam ini mulai marak di AS sejak tahun lalu
[Leeshai Lemish, SY Emcee]:
“Pada 11 Februari 2025, para politikus dan anggota kongres yang mendukung Falun Gong akan menjadi target, Bahkan, rencana penembakan terhadap Trump hingga penabrakan kendaraan pembawa bom ke Gedung Putih tidak dikesampingkan.”
Selain ancaman bom, ban roda bus Shen Yun juga kerap dirusak. Sayatan dibuat sedemikian rupa agar ban tidak langsung kempis, melainkan meledak saat melaju kencang di jalan. Di China sendiri, anggota keluarga para pemain juga terus-menerus diintimidasi.
[Leeshai Lemish, SY Emcee]:
“Rekan emcee pertama saya berasal dari Beijing, dan Biro Keamanan Nasional China mendatangi keluarganya di Beijing setiap akhir pekan dan mengatakan pada mereka, ‘Kami tahu apa yang dilakukan putri Anda. Suruh dia berhenti.’ Juga ada satu pemain Erhu, dia seorang musisi solois. Setelah dia tampil bersama kami, suaminya ditangkap dan disiksa selama tiga tahun.”
Saat ini, Shen Yun telah berkembang menjadi delapan perusahaan dan telah tampil di 200 kota di seluruh dunia. Mengemban misi membangkitkan sejarah budaya tradisional China 5.000 tahun dan hampir dihancurkan oleh komunisme. Tur global Shen Yun akan terus berlanjut hingga pertengahan tahun ini. Meski mengalami tekanan oleh rezim China, Shen Yun menyatakan tidak akan goyah. Jack Bradley, NTD News
