Raksasa fesyen cepat China, Shein, berencana membuka toko pertamanya di Prancis pada November ini, tetapi para peritel Prancis menolak keras. Mereka berkata pakaian Shein yang super murah buatan China dikirim langsung ke pelanggan, merugikan bisnis lokal dan membanjiri pasar dengan fesyen sekali pakai.
Bahkan Galleries Lafayette, yang mitra waralabanya menjadi tuan rumah toko Shein, mengatakan pihaknya menentang rencana itu. Shein menjaga harga tetap rendah dengan mengirimkan paket-paket kecil dari China yang tidak perlu membayar bea cukai.
Pemotongan pajak yang direncanakan Uni Eropa akan segera berakhir. Aturan Uni Eropa saat ini membebaskan bea masuk untuk pengiriman di bawah $176. Anggota parlemen Prancis juga sedang menyusun aturan baru yang dapat menghentikan Shein beriklan di Prancis. Para kritikus khawatir bahwa setelah toko Shein dibuka, toko-toko lokal akan semakin kesulitan bersaing.
