Raksasa e-commerce China, PDD Holdings, perusahaan induk Temu, menghadapi berbagai tantangan baik di dalam maupun di luar China. Di dalam negeri, Temu menghadapi persaingan ketat dengan Shein dan Alibaba di tengah kemerosotan ekonomi China. Sementara di luar negeri, Temu berjuang setelah AS menutup celah pajak, saat Eropa juga bersiap melakukan hal yang sama.
Di China, Temu mengalami penurunan konsumen. Data ekonomi Jumat lalu menunjukkan perlambatan yang berkelanjutan. Hal ini menekan semua peritel daring utama China, sementara pesaing seperti Alibaba meningkatkan layanan seperti pengiriman yang cepat.
Sementara, Temu telah bersaing dengan Shein di luar negeri sejak Washington mengakhiri pengecualian pajak. Aturan itu memungkinkan peritel China mengirim paket kecil ke pelanggan AS bebas pajak. Sejak celah tersebut ditutup awal tahun ini, pendapatan Temu menurun tajam dengan jumlah pengguna aktif bulanan turun hingga 46%.
Sebagai kompensasi, Temu berusaha memompa lebih banyak barang murah ke Eropa. Namun, Uni Eropa juga sedang berupaya menghapuskan pembebasan pajak untuk paket berbiaya rendah, dan ingin menerapkannya dua tahun lebih awal dari rencana.
Para menteri keuangan setiap anggota Uni Eropa telah setuju, dan aturan mungkin akan berlaku paling cepat tahun 2026.
