Fokus

PKT Khawatir Kejahatannya Terhadap Kelompok Spiritual yang Teraniaya Dapat Membawa Kehancuran Partai, Kata Sumber

Petugas keamanan berdiri di luar sebuah pertemuan di Kongres Rakyat Nasional
Petugas keamanan berdiri di luar sebuah pertemuan di Kongres Rakyat Nasional di Beijing pada 6 Maret 2024. (Greg Baker/AFP via Getty Images)

Pejabat tinggi dalam Partai Komunis Tiongkok (PKT) khawatir bahwa jika kejahatan mereka terhadap rakyat mereka sendiri terungkap sepenuhnya, reaksi keras di dalam negeri dan internasional dapat melemahkan atau bahkan menggulingkan rezim tersebut, menurut sumber yang memiliki posisi yang baik dalam aparat keamanan Partai.

Para pejabat itu khususnya khawatir bahwa kejahatan penyiksaan mereka, serta pembunuhan terhadap para praktisi Falun Gong untuk diambil organnya, akan terungkap dalam skala internasional, kata sumber tersebut kepada The Epoch Times.

Rincian kejahatan itu sangat “tidak manusiawi,” katanya, sehingga jika hal tersebut masuk ke arus utama kesadaran publik, hal itu akan memicu seruan luas untuk pertanggungjawaban. Pejabat tinggi PKT mungkin menghadapi penyelidikan formal, penuntutan, serta pengadilan internasional, yang kemudian akan mengganggu stabilitas rezim di dalam negeri, katanya.

“Hal ini tidak hanya dapat menyebabkan keruntuhan Partai dan negara, tapi juga penuntutan semua pemimpin utama PKT,” katanya, termasuk pemimpin PKT, Xi Jinping “di pengadilan internasional.”

Sumber tersebut memiliki akses ke informasi dalam eselon tertinggi aparat keamanan PKT. Ia sebelumnya telah memberikan informasi yang kredibel.

Laporan penyiksaan di penjara dan kamp kerja paksa Tiongkok melonjak pada tahun 1999, dengan dimulainya penganiayaan terhadap Falun Gong, sebuah kelompok agama yang ingin “dibasmi” oleh rezim komunis China, setelah survei pemerintah menunjukkan sekitar 70 juta orang mengikuti latihan spiritual tersebut, melebihi jumlah anggota PKT.

Rezim itu memenjarakan jutaan orang dalam kampanye penganiayaan selanjutnya, dan jumlah kematian yang diverifikasi dengan cepat mencapai ribuan.

Sekitar waktu yang sama, industri transplantasi di Tiongkok meledak. Di negara yang secara budaya enggan menyumbangkan organ, tiba-tiba terjadi kelebihan pasokan organ, dengan rumah sakit menawarkan waktu tunggu sesingkat satu minggu.

Dimulai pada tahun 2006, beberapa pengungkap pertama maju untuk bersaksi bahwa rezim tersebut membunuh para tahanan hati nurani, terutama praktisi Falun Gong, untuk mendorong perdagangan organ yang menguntungkan, yang disetujui negara.

Meskipun kejahatan ini telah menarik perhatian media, kejahatan itu tidak pernah diselidiki secara resmi oleh pemerintah besar—setidaknya tidak dengan hasil yang dirilis ke publik.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tampaknya “bendungan telah jebol”, dengan penyebutan kejahatan tersebut dalam resolusi Kongres dan laporan Departemen Luar Negeri AS.

Pada tahun 2019, China Tribunal, pengadilan sipil di Inggris, menyimpulkan “tanpa keraguan yang wajar” bahwa “pengambilan organ secara paksa telah dilakukan selama bertahun-tahun di seluruh Tiongkok dalam skala yang signifikan, dan bahwa praktisi Falun Gong telah menjadi salah satu—dan mungkin sumber utama—pasokan organ.”

Sir Geoffrey Nice QC, ketua Pengadilan Tiongkok tentang pengambilan organ paksa, pada hari pertama sidang dengar pendapat publik, London, Inggris, pada 8 Desember 2018. (Justin Palmer)

Pada tanggal 27 Maret 2023, DPR AS mengesahkan “Undang-Undang Penghentian Pengambilan Organ Paksa Tahun 2023” (H.R.1154) dengan suara mayoritas, menandai contoh pertama legislasi dengan tindakan hukuman nyata yang ditujukan untuk menghentikan kekejaman pengambilan organ oleh PKT.

Menurut sumber tersebut, para pemimpin PKT menganggap perkembangan ini lebih penting daripada sanksi ekonomi, karena ekonomi yang melambat tidak memengaruhi mereka secara pribadi dalam jangka pendek.

“Yang paling ditakuti PKT adalah pemerintah AS sepenuhnya mendukung Falun Gong, dan meluncurkan penyelidikan atas penganiayaan PKT terhadap Falun Gong di Tiongkok; ini adalah titik lemah PKT,” kata sumber tersebut.

Masalah ini semakin mendesak bagi PKT di tengah meningkatnya pendekatan kebijakan luar negeri AS yang lebih agresif terhadap Tiongkok, yang dimulai pada pemerintahan Trump pertama dan dipertahankan melalui pemerintahan Biden.

“Di masa lalu, hubungan Tiongkok-AS terutama tentang konflik ekonomi. Namun dengan semua perubahan dalam situasi global … sekarang menjadi konfrontasi langsung antara Tiongkok dan AS—atau lebih seperti perebutan posisi teratas, pertarungan sampai mati,” kata sumber tersebut. “Pada titik ini, PKT tidak mampu membiarkan titik lemah ini di tangan Amerika.”

Perang Hukum

PKT tidak akan hanya duduk diam dan menunggu bencana datang, kata sumber tersebut. Sebaliknya, rezim itu sedang melaksanakan rencana untuk mencegah masalah Falun Gong mencapai massa kritis.

Rencana itu bertujuan untuk mendiskreditkan Falun Gong di luar negeri dan dengan demikian melemahkan kredibilitas bukti terhadap PKT di Tiongkok, katanya, menunjuk perang hukum sebagai taktik inti. Dengan menggunakan taktik ini, badan-badan dan individu yang terkait dengan Falun Gong menjadi sasaran tuntutan hukum, sementara lembaga-lembaga pemerintah ditekan untuk memulai penyelidikan.

Rencana serupa telah diungkapkan oleh beberapa orang dalam PKT lainnya, yang telah maju selama enam bulan terakhir.

Rezim China menggunakan agen rahasia untuk mengatur serangan itu sambil juga berupaya memengaruhi individu-individu dalam pemerintahan Amerika, untuk membantu upaya terkait, kata sumber tersebut.

“Kesepakatan tertentu telah dicapai antara pejabat senior PKT dan beberapa pejabat Amerika, yang membantu PKT dalam menekan Falun Gong di AS dengan imbalan manfaat khusus dari PKT, yang rinciannya masih belum jelas,” kata sumber tersebut.

The Epoch Times tidak dapat memverifikasi klaim ini secara independen.

Tujuannya, menurutnya, adalah agar otoritas Amerika melakukan pekerjaan kotor PKT, memberinya lapisan kredibilitas, dan pada akhirnya, melepaskan PKT dari tanggung jawab.

“Begitu pemerintah AS mendiskreditkan Falun Gong, semua kekejaman yang dilakukan di Tiongkok tidak akan dihukum, dan mustahil untuk menarik perhatian internasional terhadap masalah ini—apalagi mengadili mereka yang bertanggung jawab,” katanya.

“Tekanan yang Tanpa Henti dan Tak Kenal Lelah

Praktisi Falun Gong telah aktif dalam meningkatkan kesadaran akan pelanggaran hak asasi manusia oleh PKT. Mereka juga menantang PKT atas dasar budaya, terutama melalui perusahaan Shen Yun Performing Arts yang berbasis di New York, yang menggelar pertunjukan tari klasik Tiongkok, yang diakui di seluruh dunia dengan slogan “Tiongkok sebelum komunisme.”

Selama beberapa tahun terakhir, Shen Yun, dan Falun Gong secara lebih luas, telah terus-menerus diganggu di Amerika Serikat, termasuk lewat ancaman bom, ancaman penembakan massal, trolling di media sosial, peniruan identitas, tuntutan hukum, fitnah media, dan bahkan serangan fisik.

“Mereka berada di bawah tekanan yang tanpa henti dan tak kenal lelah,” kata Nicholas Eftimiades, seorang veteran CIA, Departemen Luar Negeri, dan Badan Intelijen Pertahanan, serta seorang ahli operasi PKT di luar negeri.

“Ini adalah front multilevel yang mereka, sebagai Falun Gong, hadapi terhadap Tiongkok. Ini adalah peperangan di berbagai level,” katanya kepada The Epoch Times.

Selama beberapa tahun terakhir, seorang warga negara AS yang pernah tinggal di Tiongkok selama bertahun-tahun dan memiliki hubungan bisnis yang lama dengan Tiongkok telah berulang kali mengajukan gugatan hukum lingkungan yang cacat terhadap kampus Shen Yun di bagian utara New York. Gugatan terbaru ditolak oleh hakim federal pada bulan September, kali ini “dengan prasangka,” sehingga tidak dapat diajukan kembali.

Praktisi Falun Gong memperagakan kembali pembayaran ilegal untuk organ manusia di Washington pada tanggal 19 April 2016. (Jim Watson/AFP via Getty Images)

Pada bulan Juli, dua warga negara Amerika keturunan Tiongkok, John Chen dan Lin Feng, mengaku bersalah bertindak sebagai agen Tiongkok setelah mereka mencoba menyuap agen IRS untuk membuka penyelidikan terhadap Shen Yun, berdasarkan klaim yang tidak berdasar.

Lin memberi tahu FBI bahwa ia dan Chen juga mengawasi komunitas Falun Gong di Orange County, New York, tempat kampus Shen Yun berada, untuk mengumpulkan informasi, untuk gugatan hukum lingkungan yang dimaksudkan untuk menghambat pertumbuhan komunitas Falun Gong di daerah tersebut, menurut dokumen pengadilan.

Pada bulan November, Shen Yun kembali digugat, yang diajukan oleh seorang mantan seniman yang meninggalkan perusahaan tersebut sekitar lima tahun lalu. Sebagian gugatan itu tampaknya diambil dari sebuah artikel The New York Times yang menyerang Shen Yun.

The New York Times telah menerbitkan sedikitnya sembilan artikel yang menyerang Shen Yun selama setengah tahun terakhir, dan mantan seniman itu telah menjadi sumber utama tuduhan tersebut. Penulis utama artikel itu, reporter Nicole Hong, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabarnya bahwa ia dan rekannya, Michael Rothfeld, mulai mengerjakan artikel terkait setelah seorang “pembocor rahasia” mendatangi mereka dengan informasi yang diperkirakan tentang “cara kerja internal” Shen Yun, dan memperkenalkannya kepada seorang mantan seniman.

Sementara itu, seorang pria Tionghoa Amerika yang sering menyerang Shen Yun dan Falun Gong di media sosial telah secara terbuka mengklaim, bahwa dirinya telah menyediakan beberapa sumber untuk artikel tersebut. Orang yang sama diidentifikasi awal tahun ini oleh pengungkap PKT sebagai orang yang digunakan oleh rezim PKT, sebagai kendaraan untuk kampanye kotor terhadap Falun Gong, menurut sebuah laporan oleh Pusat Informasi Falun Dafa, sebuah lembaga nirlaba yang memantau penganiayaan terhadap Falun Gong.

Pria itu juga melontarkan komentar yang mengancam terhadap personel Shen Yun, dan pada tahun 2023, FBI mengeluarkan peringatan kepada penegak hukum setempat bahwa dia “berpotensi bersenjata dan berbahaya” setelah dia terlihat di dekat kampus Shen Yun.

Pria itu kemudian ditangkap dan didakwa dengan kepemilikan senjata api ilegal.

Tahun lalu, dia membanggakan diri di internet tentang melaporkan Shen Yun kepada otoritas federal dan mendesak yang lain untuk melakukan hal yang sama.

Informasi lebih banyak tentang Falun Gong, silahkan kunjungi falundafa.org dan faluninfo.net

Saksikan Trailer Shen Yun 2025:

Lebih banyak informasi terkait Shen Yun, silahkan kunjungi shenyun.org

Lebih banyak artikel Shen Yun, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI