Para pejabat tinggi dari China, Rusia, dan Vietnam berada di Korea Utara pada hari Kamis. Sebuah parade militer akan diadakan di Pyongyang untuk memperingati ulang tahun ke 80 partai yang berkuasa.
Delegasi Rusia dipimpin oleh Dmitry Medvedev, sekutu dekat Presiden Putin. Ketua Partai Komunis Vietnam dan Presiden Laos juga hadir. China telah mengirimkan pejabat tertinggi keduanya, Perdana Menteri Li Qiang, perdana menteri China pertama yang mengunjungi Korea Utara dalam 16 tahun. Meski Xi Jinping tidak hadir, para analis berkata kunjungan China tetap menunjukkan itikad baiknya pada Korea Utara.
[Jiang Feng, Analis Urusan China NTD]:
“Partisipasi China dalam peringatan penting Korea Utara mengikuti suatu pola. Pada 2015, di ulang tahun ke 70 partai buruh yang berkuasa, anggota komite politbiro saat itu Liu Yunshan hadir. Ia menduduki peringkat kelima dalam partai. Pada tahun 2010, Zhou Yongkang, pejabat senior komite tetap yang hadir. Tahun ini, China mengirim Perdana Menteri Li Qiang, yang juga anggota komite tetap, sama dengan sebelumnya. Namun yang berbeda adalah Li adalah perdana menteri, kepala pemerintahan dan pejabat nomor dua China. Dalam hal pangkat partai dan fungsi pemerintahan, ini menandai peningkatan jelas dalam tingkat delegasi. Bagi Korea Utara, prioritas utama adalah ekonomi. Sanksi selama bertahun-tahun telah menyebabkan kekurangan pangan, krisis energi, dan tekanan fiskal. Sebagai perdana menteri, Li diharapkan membawa bantuan ekonomi yang dipandang sebagai paket hadiah tepat waktu dari Beijing.”
Menurut laporan China, Korea Utara tidak bertindak sendiri, namun mendapat dukungan dari negara-negara seperti China dan Rusia. Laporan menunjukkan Pyongyang menggunakan parade ini sebagai arena unjuk kekuatan dan diplomasi, menempatkan AS dalam posisi yang pasif.
[Jiang Feng, Analis Urusan China NTD]:
“Tujuan China menggunakan kartu Korea Utara ini lebih efektif, menjadikannya alat strategis melawan AS dengan kemungkinan pertemuan Xi-Trump di KTT Apec. China mengirim pesan yang jelas ke Washington. Anda tidak bisa menyelesaikan masalah Semenanjung Korea tanpa Beijing. Jika AS ingin kerjasama dengan China, AS harus mengalah terkait Taiwan, kontrol ekspor teknologi tinggi dan tarif.”
Presiden Trump dijadwalkan menghadiri KTT Apec di Korea Selatan pada akhir Oktober, dimana ia diperkirakan akan bertemu langsung dengan pemimpin China Xi Jinping. Namun Dubes AS untuk China, David Purdue mengatakan awal bulan ini pertemuan Xi-Trump tidak mungkin terjadi hingga tahun depan.
Menurut media Korea Selatan, parade militer Korea Utara diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta. Negara ini telah lama menggunakan parade besar untuk memamerkan senjata-senjata baru. Para analis berkata kesempatan ini dapat digunakan Kim Jong-un untuk memamerkan senjata rahasianya, rudal balistik antarbenua hwasong 20, yang dilaporkan mampu mencapai daratan AS.

