Fokus

PM Jepang Pertama Kali Memecah Ambiguitas Soal Taiwan

Kembali di China in Focus, saya Tiffany Meier. Perdana Menteri Jepang yang baru terpilih, Sanae Takaichi, memecahkan ambiguitas strategis negara selama puluhan tahun. Ia adalah pemimpin Jepang pertama yang secara langsung mengaitkan keamanan Taiwan dengan Jepang, dan secara terbuka menyatakan Jepang akan membantu Taiwan secara militer jika China menyerang. Komentarnya memicu balasan diplomatik pekan lalu, diplomat China di Osaka mengancam akan memenggal kepala Takaichi dalam unggahan yang kini telah dihapus di X. Berikut selengkapnya.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah memicu perselisihan diplomatik dengan Beijing setelah berkata bahwa jika China menyerang Taiwan, itu akan memicu respon militer dari Tokyo.

Saat itu Takaichi ditanyai oleh anggota parlemen oposisi tentang kemungkinan situasi yang mengancam kelangsungan hidup, sebuah istilah hukum yang memungkinkan perdana menteri Jepang mengerahkan pasukan militer negara. Sebagai tanggapan, Takaichi memberi contoh bahwa upaya membuat Taiwan berada di bawah kendali Beijing dengan kapal perang dan kekuatan militer, akan menyebabkan situasi seperti itu.

Ia kemudian menambahkan bahwa serangan terhadap kapal perang AS yang dikirim untuk mematahkan blokade China pada Taiwan akan membuat Tokyo harus campur tangan secara militer guna mempertahankan diri dan sekutunya.

Situasi yang mengancam kelangsungan hidup didefinisikan secara luas dalam undang-undang kontroversial tahun 2015; yang memperluas cakupan militer negara itu.

Takaichi juga membuat marah Beijing dengan mempublikasikan pertemuannya dengan seorang perwakilan Taiwan pada pertemuan puncak regional di Seoul pada awal November.

China mengklaim Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, dan bersumpah akan menguasainya dengan kekerasan jika perlu. Taiwan sangat menentang klaim kedaulatan China dan mengatakan hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan nasib Taiwan.

Pernyataan Takaichi memicu postingan ancaman dari seorang diplomat China di Jepang yang menulis, “kepala kotor yang nekat ikut campur harus dipenggal tanpa ragu.”

Seorang jubir Kemenlu China berkata Beijing telah meluncurkan protes resmi pada apa yang disebutnya campur tangan terang-terangan dalam urusan internalnya.  

Taiwan menyebut pernyataan diplomat China pada Takaichi tersebut tidak sopan dan tidak tepat. Menanggapi protes China, Jepang mengatakan pihaknya memahami dan menghormati posisi Beijing pada Taiwan dan berharap masalah Taiwan akan diselesaikan secara damai melalui dialog.

slot gacor