Saat beberapa negara besar Eropa mengambil sikap yang lebih keras pada China, Spanyol justru bergerak ke arah berlawanan. Untuk pertama kalinya dalam dua dekade, Raja Spanyol mengunjungi Beijing, menandatangani serangkaian perjanjian dagang.
Pada hari Rabu, Raja Felipe bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping, untuk memperkuat kerjasama kedua negara. Mereka mengawasi penandatanganan 10 perjanjian, mulai dari pertanian hingga antariksa dan astronomi.
Selain itu, Perdana Menteri China Li Qiang mendorong lebih banyak investasi China di Spanyol, seperti tenaga surya, hidrogen, dan baterai listrik.
Spanyol, yang adalah salah satu eksportir daging babi terbesar Eropa, menghadapi tantangan dengan ketegangan perdagangan antara Uni Eropa dan China. September lalu, China mengenakan tarif lebih dari 60% untuk daging babi Uni Eropa. Namun, Spanyol masih menjual daging senilai sekitar $1,2 miliar ke China setiap tahun.
Patut dicatat, Spanyol mengimpor jauh lebih banyak dari China daripada mengekspornya. Tahun 2024, negara itu mengimpor barang-barang China senilai 52 miliar dan hanya mengekspor ke China sebanyak 8,6 miliar dolar.
Kunjungan tersebut menegaskan langkah Spanyol untuk menyeimbangkan perekonomian serta mengatasi tekanan Uni Eropa atas praktik perdagangan Beijing yang tidak adil.
