Fokus

Slogan Protes Anti-Komunis Muncul di China: Rakyat Bangkit Melawan Rezim

Slogan-slogan yang mendesak rakyat China untuk bangkit melawan rezim komunis dan menyerukan kebebasan bermunculan di kota-kota besar China. Ini terjadi walaupun negara menerapkan penyensoran dan pengawasan ketat.

Banyak dari spanduk ini difoto dan disebarkan di berbagai platform media sosial.

Seorang pengguna China di X mengatakan bahwa ia melihat tiga spanduk terpisah pada hari Rabu, dan dua di antaranya terlihat di Beijing. Salah satu spanduk tampaknya terinspirasi oleh gerakan-gerakan di Suriah, Bangladesh, dan Nepal.

Slogan itu menunjukkan bahwa rakyat China selalu diam, berbunyi, “Kita perlu memberi tahu mereka bahwa semua manusia diciptakan sama.” Slogan juga menyinggung bahwa, “Kita harus membuktikan pada dunia bahwa mereka yang menghancurkan kita, mengeksploitasi kita, memperbudak kita, dan mengambil organ kita juga memiliki rasa takut.”

Slogan lain berbunyi, “Tank tidak dapat menghancurkan kebenaran, kebebasan pada akhirnya akan mengalahkan otokrasi.”

Slogan itu mengutip sejarah PKC dalam menggunakan tank untuk menghancurkan pengunjuk rasa selama pembantaian Tiananmen. Spanduk ketiga muncul di Shenyang, China Utara, menekankan bahwa Partai Komunis China tidak mewakilkan China.

Komentator China dan host China Insider David Zhang berkata bahwa kebencian ini tidak muncul tiba-tiba dan telah tertumpuk dalam jangka waktu lama.

[David Zhang, Host China Insider with David Zhang]:

“Ada perasaan muak secara umum di antara banyak anak muda China, terutama mereka yang berhasil mendapatkan akses ke informasi, meskipun adanya firewall dan sensor yang meningkat di China. Dengan melakukannya, mereka benar-benar melihat adanya pemisahan antara kenyataan dari apa yang diberitakan oleh media pemerintah China dengan yang di dunia nyata di luar sana.”

Dua slogan besar diproyeksikan di sebuah gedung di universitas di China selatan, hanya beberapa hari sebelum parade militer China. Slogan itu berbunyi, “Hanya tanpa Partai Komunis, akan ada China baru.” Serta, “Tiada lagi kebohongan, kami ingin kebenaran”. “Tiada lagi perbudakan, kami ingin kebebasan”.

Ini bukan pertama kalinya protes seperti ini muncul di China.

[David Zhang, Host China Insider with David Zhang]:

“Di China, karena pengawasan digital dan besarnya sumber daya yang diinvestasikan untuk apa yang disebut stabilisasi kekuasaan, banyak protes terjadi dalam bentuk terdesentralisasi dan sangat terlokalisasi, seperti bagaimana Anda bisa menulis di dinding. Walaupun ini hanyalah gambar tunggal atau contoh tunggal, mereka sebenarnya diperkuat melalui berbagai saluran, oleh media sosial di luar China, dan di dalam China dalam tingkat tertentu, bahkan di obrolan grup.”

Baru lewat seminggu sejak rezim China memamerkan kekuatan militernya di jalan-jalan Beijing. Narasi tentang komunis China yang kuat muncul di seluruh negeri, tetapi slogan-slogan tanpa sensor ini mengungkapkan perasaan dari banyak rakyat China.