Fokus

Susah Lepas, Komponen China Masih Kuasai Jantung Drone Militer AS dan Inggris

Kekhawatiran terkait komponen asal China dan drone kembali disorot. Pejabat Inggris berkata kamera pada drone Angkatan Laut Inggris mengirim data kembali ke China.

Sebuah perusahaan kontraktor pertahanan Inggris memproduksi drone-drone tersebut, namun kameranya berasal dari pemasok pihak ketiga. Walau Inggris berkata data yang dikirim ke China tidak bersifat sensitif, penemuan ini menyoroti betapa sulitnya melepaskan diri dari rantai pasokan drone China.

Bulan lalu, militer AS menggunakan kapal drone tak berawak untuk meledakkan kapal selam Iran. Washington telah lama memperingatkan risiko drone China, mengatakan drone dapat memotret fasilitas militer AS dan infrastruktur kritis, untuk dikirim ke Beijing. Rezim China juga berpotensi memanipulasi drone tersebut.

Tahun lalu, AS melarang produsen drone China menjual model drone baru dan komponen kritis di AS. Namun larangan tidak berpengaruh pada model drone yang sudah beredar di pasaran. Hingga tahun lalu, produsen drone China DJI masih mendominasi 90% drone yang digunakan lembaga penanggulangan darurat AS, termasuk kepolisian dan damkar.

Drone buatan AS juga masih bergantung pada komponen tertentu dari China, seperti magnet tanah jarang yang digunakan dalam motor drone. Produsen drone di seluruh dunia juga bergantung pada China untuk baterai, kamera, dan antena drone.

Di Taiwan, drone diwajibkan diproduksi dan dirakit di dalam negeri, dan mereka melarang penggunaan komponen buatan China.

Beijing pun cukup ahli memainkan kartunya. Pekan lalu, Kementrian Perdagangan China memperketat kontrol ekspor drone dan komponennya ke AS, untuk membalas AS yang melarang impor lebih dari 40 perusahaan China terkait masalah tenaga kerja paksa.

slot gacor

situs slot gacor