Fokus

Tanah Jarang, Fentanil, Kedelai: Tiga Isu Krusial di Meja Perundingan Dagang AS-China

Presiden Trump menyoroti tiga isu besar dengan China, yang berada di puncak agenda pertemuan mendatang.  Tanah jarang, fentanil, dan kedelai. Pemerintahan Trump telah menekan Beijing terkait masalah-masalah ini sejak hari pertama masa jabatan Trump, tetapi sebagian besar mengalami penolakan dari Beijing, tanpa kemajuan konkrit. Berikut Trump berbicara pada Bloomberg hari Minggu. Simak.

[Presiden Trump]:

“Salah satu yang saya inginkan adalah China membeli kedelai. China menghentikan fentanil. Hal yang sangat normal. Saya tidak ingin mereka mempermainkan tanah jarang dengan kita.”

Trump menggambarkan ketiga poin tersebut sebagai hal yang sangat normal, terkait dengan kehidupan sehari-hari. Inilah ulasannya, pertama, dengan fentanil.

Kartel narkoba memproduksi sejumlah besar pil fentanil dengan bahan kimia yang sebagian besar berasal dari China. Mereka kemudian diselundupkan ke AS, menewaskan puluhan ribu warga Amerika setiap tahunnya. Trump ingin China membatasi aliran prekursor tersebut.

Selanjutnya, China menguasai lebih dari separuh pasar kedelai Amerika di luar negeri, dan Trump ingin China meningkatkan pembeliannya. Namun China belum membeli kedelai AS sama sekali di musim panen ini, membuat para petani AS berada dalam posisi sulit.

Ketiga, yaitu tanah jarang, sangat penting bagi kehidupan modern. Mulai dari ponsel pintar, kendaraan listrik, peralatan rumah tangga hingga jet tempur dan rudal, 90% tanah jarang dunia harus melalui China untuk dimurnikan. Dua minggu lalu, China memutuskan untuk memberlakukan pembatasan ekspor pada tanah jarang ini, yang berdampak tidak hanya pada AS tapi juga ke ekonomi global.

Tiga permintaan Trump itu disampaikan sebelum para pejabat tinggi dari kedua negara bertemu minggu ini. Menteri Keuangan Scott Bessent pada hari Jumat mengumumkan bahwa pertemuannya dengan mitranya dari China, He Lifeng, akan diadakan di Malaysia. Pertemuan ini akan menjadi landasan bagi para pemimpin kedua negara untuk bertemu langsung pada akhir bulan.

Trump menyebut China sebagai musuh yang tangguh pada hari Minggu, berkata satu-satunya cara untuk bekerja sama dengan China adalah dengan menunjukkan kekuatan, mengisyaratkan sikap lebih tegas yang akan diambilnya. Namun, ia juga mengatakan ia tidak ingin menghancurkan China, menambahkan bahwa kenaikan tinggi tarif tidaklah berkelanjutan.

Pada hari Senin, seorang juru bicara PKTC menanggapi sinyal terbaru dari Washington, mengatakan bahwa tidak ada yang menginginkan tarif dan perang dagang; dan bahwa kedua negara harus menyelesaikan masalah melalui konsultasi, rasa hormat dan saling menguntungkan.

slot gacor