Fokus

Tekanan Baru China ke Jepang: Larangan Ekspor Luas, Termasuk Tanah Jarang

China memberikan tekanan pada Jepang, meluncurkan daftar kontrol ekspor luas yang dapat menganggu perdagangan. Beijing mengumumkan hari Selasa bahwa mereka melarang ekspor barang-barang yang disebut barang dwiguna ke Jepang, yang dapat digunakan untuk tujuan sipil dan militer.

Akibatnya, logam tanah jarang sekali lagi menjadi sorotan sebagai alat tawar-menawar di tengah ketegangan. Daftar larangan ekspor China sangat luas, mencakup ratusan produk mulai dari elektronik dan sistem navigasi, hingga mineral penting.

Langkah ini menyusul ketegangan berbulan-bulan, setelah perdana menteri Jepang mengatakan November lalu bahwa respon militer mungkin diperlukan jika China menyerang Taiwan. Sejak itu China mendesak warganya menghindari ke Jepang dan memblokir impor makanan laut Jepang. Namun langkah terbaru ini berdampak ekonomi jauh lebih besar karena mencakup logam tanah jarang.

Para ekonom memperingatkan jika pembatasan logam tanah jarang ini berlangsung lebih dari setahun, Jepang dapat mengalami kerugian lebih dari 16 miliar dolar AS dan berdampak pada PDB-nya.

Jepang bereaksi pada hal ini, memprotes langkah tersebut dan berjanji akan merespon dengan cepat. Sementara, pasar saham Tokyo jatuh pada hari Rabu dengan perusahaan otomotif dan perusahaan terkait chip mengalami kerugian besar.

China mengendalikan sebagian besar pasokan dunia untuk tanah jarang. Mineral ini sangat penting untuk segala hal, mulai dari sistem pertahanan hingga kendaraan listrik, ponsel pintar, dan peralatan medis. China telah menggunakan logam tanah jarang sebagai alat tawar-menawar sebelumnya, misalnya saat sengketa tahun 2010 atas kepulauan Senkaku. Sejak itu, Jepang telah mendiversifikasi rantai pasokannya, mengurangi ketergantungan pada logam tanah jarang China dari 90% ke 60%.

Setelah merilis daftar kontrol ekspor, Beijing menuduh perusahaan Jepang melakukan dumping bahan pembuatan chip murah ke China. Ini menandakan ketegangan sepertinya akan terus meningkat.