Kegagalan komunisme dan rezim totaliter telah terbukti berkali-kali di bekas Uni Soviet, Kuba, dan Venezuela. Saat ini, China adalah satu-satunya rezim komunis yang tersisa dengan kekuatan untuk menantang dunia bebas. Namun, sebuah gerakan damai yang dipimpin oleh sebuah kelompok spiritual telah mencapai tonggak sejarah. Lebih dari 450 juta orang telah meninggalkan segala ikatan dengan Partai Komunis China dan organisasinya. Upaya damai ini telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun dan terus berkembang.
Baru-baru ini, Pusat Layanan Global untuk Mundur dari Partai Komunis China yang berkantor pusat di New York mengumumkan sebuah tonggak sejarah. Jumlah orang yang secara resmi telah mundur dari PKC dan semua organisasi afiliasinya kini telah mencapai 450 juta.
Gerakan damai untuk membubarkan Partai Komunis China ini dimulai pada tahun 2004, diprakarsai oleh para praktisi Falun Gong dan telah menyebar ke seluruh dunia. Lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia berlatih Falun Gong, namun rezim komunis China tetap menjadi satu-satunya pemerintahan yang menggunakan kekuatan penuh negara untuk menganiaya kelompok ini.
Gerakan mundur dari PKC dilakukan secara sukarela melalui berbagai media, platform online, stan di jalanan dan acara komunitas. Orang-orang Tionghoa didorong untuk mundur dan melepaskan diri dari PKC dan kejahatannya.
[Grace Zheng, Sukarelawan Gerakan Mundur dari PKC di Los Angeles]:
“Saat bergabung dengan Partai Komunis China, Anda harus mengepalkan tangan dan bersumpah untuk mengabdikan hidup Anda kepada partai. Sumpah ini sungguh sial.”
Salah satu ciri khas yang membedakan Partai Komunis China dari organisasi politik lainnya adalah persyaratan untuk mengepalkan tangan dan bersumpah di bawah bendera merahnya agar dapat bergabung. Setelah ditetapkan, anggota tidak dapat secara sukarela keluar kecuali dikeluarkan oleh partai itu sendiri. Di negara yang diperintah oleh Partai Komunis, memilih untuk mundur berarti akan dicap menjadi buangan sosial atau bahkan dianggap ancaman oleh negara. Inilah sebabnya Gerakan Mundur dari PKC memperbolehkan orang untuk keluar dengan nama samaran untuk melindungi identitas mereka.
[Le Kai’An, Penduduk Auckland, Selandia Baru]:
“Kegigihan dan upaya Falun Gong sangat mengagumkan. Saya percaya bahwa damai, rasional, dan tanpa kekerasan adalah jalan yang benar. Anda telah memilih jalan yang benar dan berdiri di sisi keadilan sejarah. Terima kasih atas upaya Anda.”
Gerakan ini terkait erat dengan penerbitan buku Sembilan Komentar tentang Partai Komunis. Pada November 2004, Epoch Times menerbitkan rangkaian editorial ini yang menawarkan analisis sistematis tentang Partai Komunis China, sifatnya, karakteristiknya, sejarahnya, dan kondisinya saat ini. Publikasi ini telah memicu gelombang global orang-orang yang memilih untuk mundur dari PKC dan afiliasinya.

