Tag: komunisme

  • Presiden Taiwan Serukan Persatuan Hadapi Teror Merah China

    Presiden Taiwan Serukan Persatuan Hadapi Teror Merah China

    President Taiwan menyerukan persatuan demi melindungi kedaulatan pulau tersebut dan melawan tekanan China. Presiden Lai menghimbau partainya untuk menentang teror merah yang datang dari Beijing.


    [Lai Ching-Te, Presiden Taiwan]:
    “Kita harus bersatu melindungi cara hidup kita yang bebas dan demokratis. Jangan pernah biarkan Taiwan demokratis menyerah dan menjadi Taiwan milik China.”


    Berbicara pada rapat tahunan partai, Lai menyerukan kepada para anggotanya untuk bersama-sama melawan ancaman teror merah PKC atas Taiwan. Ia menegaskan bahwa masa depan Taiwan ditentukan bersama oleh 23 juta penduduknya, tanpa memandang latar belakang etnis serta asal mereka yang memilih tinggal di pulau demokratis tersebut.


    Lai terpilih menjadi presiden dua tahun lalu dan juga menjabat sebagai ketua umum partainya. Ia menyoroti kekuatan demokrasi Taiwan di bawah pemerintahan DPP selama dekade terakhir, serta memuji ketangguhan Taiwan yang tak gentar meski menghadapi ekspansi otoriter, kampanye disinformasi, ancaman militer, dan tekanan diplomatik Beijing.

  • Di Balik Rapat Pleno PKC: Gelombang Penindasan Gereja Kristen Tak Terdaftar

    Di Balik Rapat Pleno PKC: Gelombang Penindasan Gereja Kristen Tak Terdaftar

    Sebelum KTT Apec berlangsung akhir bulan ini, akan ada pertemuan besar komite pusat PKC yang berlangsung minggu depan untuk membahas rencana 5 tahun mereka untuk kondisi ekonomi China yang buruk, di antara isu-isu lainnya. Namun di pertemuan-pertemuan inilah kita mungkin akan melihat perebutan kekuasaan. Pada tahun 2022, mantan pemimpin PKC Hu Jintao dikeluarkan dari pertemuan komite pusat.

    Ini terjadi setelah PKC menangkap puluhan pendeta dan jemaat gereja di gereja Zion yang tidak terdaftar selama akhir pekan. Gereja Zion adalah organisasi Kristen dan mereka berkata lebih dari 30 pemimpin dan anggota gerejanya di lima provinsi di China telah ditahan atau hilang. Tempat-tempat ibadah digerebek dan anggota gereja dilecehkan.

    Menlu AS Marco Rubio pada hari Minggu mengecam PKC atas serangannya terhadap gereja, berkata dalam sebuah pernyataan, “Hal ini semakin menunjukkan bagaimana PKC menunjukkan permusuhan pada umat Kristen yang menolak campur tangan partai terhadap keyakinan mereka, dan memilih untuk beribadah di gereja yang tidak terdaftar.”

    Agar sebuah gereja menjadi resmi di China, PKC mewajibkan mereka tunduk pada doktrin partai. Artinya, doktrin partai nomor satu, dan kitab suci menjadi nomor dua. PKC telah mengobarkan perang melawan kelompok-kelompok agama selama satu abad, dengan para pemimpin partai melancarkan kampanye penindasan untuk mengendalikan komunitas agama di China karena dianggap apa pun yang bersifat spiritual merupakan ancaman langsung terhadap kekuasaan absolutnya.

  • Video Tiktoker AS Dukung ‘Pembunuhan Politik’ Viral

    Video Tiktoker AS Dukung ‘Pembunuhan Politik’ Viral

    Komentar seorang mahasiswa di kelas telah menjadi viral dan mengundang pertanyaan. Julia Xu, seorang mahasiswi di Oberlin College mengunggah video daring tentang komentar yang ia buat di kelas sehari setelah pemimpin konservatif Charlie Kirk dibunuh. Komentar itu muncul dalam diskusi di kelasnya yang berjudul, Revolusi, Sosialisme dan Reformasi di China. Mari kita lihat.

    [Julia Xu, Mahasiswi Oberlin College]:

    “Dosen saya berkata, ‘Saya beri lima menit untuk berkomentar pedas tentang Charlie Kirk.’ Saya satu-satunya yang mengangkat tangan. Saya berkata, ‘Saya sudah bilang kita perlu menghidupkan kembali politik pembunuhan. Saya tidak merasa bersalah dan saya

    tidak berpikir setiap orang berhak kebebasan berbicara. Saya pikir beberapa orang seharusnya takut mengungkapkan pendapat mereka di depan umum.”

    Xu dikritik keras atas pernyataannya itu setelah videonya diunggah minggu lalu. Hari Kamis, sebuah artikel di New York Post mengatakan ia meminta maaf atas komentarnya yang tidak pantas. Akun TikToknya di video tersebut adalah Kamerad Julia.

    Unggahannya telah memicu seruan penyelidikan dari banyak pemimpin konservatif dan aktivis pro-demokrasi China. Berikut adalah beberapa detail mengenai identitasnya, meskipun belum dikonfirmasi.

    Ia berkata ia berasal dari Cheshire, sebuah kota kecil di Connecticut dengan kurang dari 30,000 penduduk. Tahun 2018, sebuah surat dikirimkan ke Komite Pendidikan Cheshire oleh seseorang dengan nama depan dan belakang yang sama. Penulisnya dilaporkan duduk di kelas tujuh saat itu, mengatakan ia adalah warga negara Amerika. Linimasa pendidikannya cocok dengan siswi yang membuat komentar kontroversial tentang kematian Kirk. Namun, NTD belum dapat memverifikasi apakah mereka orang yang sama.

    [Julia Xu, Mahasiswi Oberlin College]:

    “Jadi, kelas ini secara harfiah tentang revolusi di China. Semua bacaan kami bulan ini membahas tentang bagaimana revolusi yang penuh kekerasan membebaskan jutaan orang dan perempuan. Bacaan kami hari itu khusus membahas tentang kediktatoran demokratis di mana Mao menulis tentang, orang berhak kebebasan berbicara, tapi seharusnya tidak ada kebebasan berbicara untuk kaum reaksioner, imperialis, kapitalis, dan semua orang yang adalah musuh revolusi, karena itu akan membalikkan kemajuan yang telah dibuat.”

    Setelah video itu tersebar daring, ia dan sekolahnya menghapus banyak karya dan jejak digitalnya. Warganegara China lain yang tinggal di AS juga sedang diselidiki karena membuat komentar yang tidak pantas tentang kematian Kirk.

    Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah berjanji untuk mencabut visa bagi orang asing yang mendukung ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Amerika.

    [Marco Rubio, Menlu AS]:

    “Kita seharusnya tidak membawa orang ke negara ini dan memberikan visa pada orang-orang yang melakukan hal-hal seperti merayakan pembunuhan, eksekusi, pembunuhan seorang tokoh politik. Kita seharusnya tidak. Dan jika mereka sudah ada di sini, kita seharusnya mencabut visa mereka.”

    Penyelidikan NTD menunjukkan bahwa di dalam China, media pemerintah melaporkan kematian Kirk dengan menyoroti perpecahan, kekacauan dan kekerasan di AS. Berbagai platform media sosial utama China juga dibanjiri komentar kebencian. Kami akan terus melaporkan tren tentang bagaimana PKC membentuk opini publik di dalam negerinya, di tengah ketegangan dengan AS.

  • Anggota Senat AS Serukan Ancaman Supresi PKC di Tanah AS

    Anggota Senat AS Serukan Ancaman Supresi PKC di Tanah AS

    Tangan panjang rezim Komunis China di tanah AS telah menimbulkan kekhawatiran bagi Doug Mastriano, seorang senator AS yang pernah mencalonkan diri sebagai gubernur Pennsylvania pada 2022. Dalam wawancara dengan NTD, Mastriano menggarisbawahi bahwa pelanggaran hak asasi manusia oleh PKC tidak sebatas di wilayah China. 

    [Doug Mastriano, Senator AS]:

    “Di tahap pertama di China sendiri, kami telah menyaksikan tindakan represif mereka terhadap orang-orang Kristen, Falun Gong dan kelompok minoritas lainnya. Dan itu adalah hasil dari sistem komunis. Sistem komunis adalah Anda menyembah pemerintah dan bukan Tuhan. Sekarang kita melihat di tahap kedua di mana komunis China menindas orang-orang di luar negaranya. Ini adalah masalah besar. Jika ada agen  bayangan yang bertindak sebagai agen legal atau polisi rahasia atau apa pun, mereka harus segera disingkirkan.”

    Mastriano menyebut perlunya menghentikan perdangan obat-obat terlarang dari China dan melarang operasi mata-mata rezim PKC di AS.

    [Doug Mastriano, Senator AS]:

    “Kita harus sangat berhati-hati tentang siapa yang boleh masuk ke negara ini. Kita mengizinkan banyak pelajar masuk ke negara kita. Kita perlu pastikan bahwa mereka yang masuk tidak melakukan spionase. Kedua, mereka tidak bekerja untuk pemerintah komunis dan mengekspor ideologinya untuk memengaruhi negara kita.

    Pada 30 September, Philadelphia berencana mengibarkan bendera komunis China di depan balai kota guna memperingati berdirinya rezim komunis. Mastriano menyebutnya ide yang cacat, karena akan menyakiti keturunan China-Amerika di yang lari dari sistem komunis.

    [Doug Mastriano, Senator AS]:

    “Berhentilah berpikir politik dan jangan kibarkan bendera komunis di kota kita untuk mereka yang menindas rakyat, melemparkan pengikut Kristen ke penjara, mengambil organ, menganiaya minoritas, dan itu harus dihentikan.”

    Ia mengatakan anggota parlemen bisa meloloskan RUU guna melarang kegiatan komunis di Pennsylvania. Wawancara itu dilakukan usai Mastriano merayakan kebaktian di Magnolia Women’s Center di Philadelphia. Ia baru saja memberikan suara atas Resolusi Senat 131, yang mengesahkan 12 September sebagai Hari Alkitab di Pennsylvania.

  • Ancaman China Makin Nyata, Presiden Taiwan Ajak Rakyat Bersatu

    Ancaman China Makin Nyata, Presiden Taiwan Ajak Rakyat Bersatu

    Presiden Taiwan Lai Ching-te menyerukan solidaritas di antara rakyat Taiwan dalam meningkatnya ancaman dari China, yang ditanggapi oleh Beijing. Pertama-tama, simak apa yang dikatakan Lai dalam pidatonya hari Selasa.

    [Lai Ching-te, Presiden Taiwan]:

    “Lingkungan keamanan saat ini lebih parah dari sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Partai Komunis China terus melakukan operasi militer pesawat dan angkatan laut yang intensif di sekitar Selat Taiwan, bahkan menggabungkan taktik pelecehan zona abu-abu dan perang kognitif untuk mengubah status quo selat tersebut dan merusak kepercayaan publik.”

    Partai Komunis China memandang Taiwan yang demokratis dan berpemerintahan sendiri sebagai miliknya, meskipun tidak pernah memerintahnya. Lai berkata agresi China tidak hanya ancaman bagi Taiwan, tetapi juga bagi dunia bebas yang demokratis.

    Tanggal 3 September adalah peringatan 80 tahun Jepang menyerah. Dalam sebuah unggahan Facebooknya hari Rabu, Lai mengatakan bahwa nasionalisme, ilusi status negara adidaya, sensor ketat, pengawasan ketat, dan pemujaan pemimpin semua adalah bentuk fasisme. Presiden Lai tidak menyebut nama negara mana pun.

    Beijing menanggapi, menuduh Lai menantang tatanan internasional pascaperang, keadilan manusia dan hati nurani. Menghadapi ancaman China, Taiwan menaikkan anggaran pertahanannya tahun ini menjadi lebih dari 3% PDB dan berharap mencapai 5% dalam 5 tahun kedepan.

  • Xi-Putin Tertangkap Basah Bahas Umur Panjang dan Transplantasi Organ

    Xi-Putin Tertangkap Basah Bahas Umur Panjang dan Transplantasi Organ

    Sebuah mikrofon yang menyala merekam Pemimpin Komunis Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin sedang berbicara tentang umur panjang. Mereka berbicara tentang kemungkinan hidup hingga 150 tahun berkat kemajuan dalam bioteknologi dan transplantasi organ. Percakapan terjadi saat keduanya menghadiri parade militer di Beijing hari Rabu. Momen tersebut disiarkan langsung di media pemerintah Tiongkok dan media internasional. Putin kemudian mengonfirmasi pada wartawan bahwa ia memang membahas umur panjang dengan Xi. Pemimpin rezim Korea Utara Kim Jong-un tersenyum dan melihat ke arah mereka, tetapi tidak jelas apakah percakapan itu diterjemahkan untuknya.

    Kelompok-kelompok HAM telah menemukan bahwa rezim komunis Tiongkok telah secara paksa mengambil organ manusia dari tahanan hati nurani yang masih hidup dalam skala besar, selama dua dekade. Organ-organ tersebut dijual demi keuntungan bagi mereka yang membutuhkan transplantasi. Korbannya antara lain praktisi Falun Gong dan minoritas etnis dan agama.

    Terkait hal ini, reporter NTD di Gedung Putih menanyai Ketua DPR Mike Johnson tentang tanggapannya.

    [Melina Wisecup, Reporter NTD]:

    “Dalam parade militer Tiongkok hari ini, Xi dan Putin terdengar di mikrofon membahas transplantasi organ dan tingkat kematiannya. Kita tahun Tiongkok masih terus merampas organ para tahanan hati nurani. Apa reaksi awal Anda terhadap mereka yang membahas hal semacam itu dan bagaimana Anda di DPR melobi Senat mengesahkan UU penghentian pengambilan organ ini?”

    [Mike Johnson, Ketua DPR AS]:

    “Ya, kami telah mendengar beberapa kisah mengerikan tentang transplantasi organ ini di Tiongkok, yang dirampas dari donor yang tidak bersedia. Fakta bahwa mereka tertangkap basah di depan umum membahasnya, saya baru pertama mendengarnya, itu hal besar. Itu menunjukkan betapa berbedanya pandangan dunia mereka dengan kita, dari sudut kekejaman. Kita telah mendengar kisah-kisah mengerikan, tentang Uighur, misalnya, minoritas agama yang teraniaya yang mereka gunakan untuk mengambil organ.”

    Awal tahun ini, Kongres AS mengesahkan Undang-Undang Penghentian Pengambilan Organ Paksa dengan suara bulat 46 banding 1. RUU ini bertujuan untuk menghukum siapa pun yang terlibat dalam pengambilan organ paksa, termasuk dokter dan pejabat Tiongkok. RUU menunggu persetujuan Senat sebelum disahkan menjadi undang-undang.

  • Tinggalkan Komunisme: Mengapa 450 Juta Orang Mundur dari Partai Komunis China

    Tinggalkan Komunisme: Mengapa 450 Juta Orang Mundur dari Partai Komunis China

    Kegagalan komunisme dan rezim totaliter telah terbukti berkali-kali di bekas Uni Soviet, Kuba, dan Venezuela. Saat ini, China adalah satu-satunya rezim komunis yang tersisa dengan kekuatan untuk menantang dunia bebas. Namun, sebuah gerakan damai yang dipimpin oleh sebuah kelompok spiritual telah mencapai tonggak sejarah. Lebih dari 450 juta orang telah meninggalkan segala ikatan dengan Partai Komunis China dan organisasinya. Upaya damai ini telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun dan terus berkembang.

    Baru-baru ini, Pusat Layanan Global untuk Mundur dari Partai Komunis China yang berkantor pusat di New York mengumumkan sebuah tonggak sejarah. Jumlah orang yang secara resmi telah mundur dari PKC dan semua organisasi afiliasinya kini telah mencapai 450 juta.

    Gerakan damai untuk membubarkan Partai Komunis China ini dimulai pada tahun 2004, diprakarsai oleh para praktisi Falun Gong dan telah menyebar ke seluruh dunia. Lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia berlatih Falun Gong, namun rezim komunis China tetap menjadi satu-satunya pemerintahan yang menggunakan kekuatan penuh negara untuk menganiaya kelompok ini.

    Gerakan mundur dari PKC dilakukan secara sukarela melalui berbagai media, platform online, stan di jalanan dan acara komunitas. Orang-orang Tionghoa didorong untuk mundur dan melepaskan diri dari PKC dan kejahatannya.

    [Grace Zheng, Sukarelawan Gerakan Mundur dari PKC di Los Angeles]:

    “Saat bergabung dengan Partai Komunis China, Anda harus mengepalkan tangan dan bersumpah untuk mengabdikan hidup Anda kepada partai. Sumpah ini sungguh sial.”

    Salah satu ciri khas yang membedakan Partai Komunis China dari organisasi politik lainnya adalah persyaratan untuk mengepalkan tangan dan bersumpah di bawah bendera merahnya agar dapat bergabung. Setelah ditetapkan, anggota tidak dapat secara sukarela keluar kecuali dikeluarkan oleh partai itu sendiri. Di negara yang diperintah oleh Partai Komunis, memilih untuk mundur berarti akan dicap menjadi buangan sosial atau bahkan dianggap ancaman oleh negara. Inilah sebabnya Gerakan Mundur dari PKC memperbolehkan orang untuk keluar dengan nama samaran untuk melindungi identitas mereka.

    [Le Kai’An, Penduduk Auckland, Selandia Baru]:

    “Kegigihan dan upaya Falun Gong sangat mengagumkan. Saya percaya bahwa damai, rasional, dan tanpa kekerasan adalah jalan yang benar. Anda telah memilih jalan yang benar dan berdiri di sisi keadilan sejarah. Terima kasih atas upaya Anda.”

    Gerakan ini terkait erat dengan penerbitan buku Sembilan Komentar tentang Partai Komunis. Pada November 2004, Epoch Times menerbitkan rangkaian editorial ini yang menawarkan analisis sistematis tentang Partai Komunis China, sifatnya, karakteristiknya, sejarahnya, dan kondisinya saat ini. Publikasi ini telah memicu gelombang global orang-orang yang memilih untuk mundur dari PKC dan afiliasinya.

  • Xi Dipastikan Absen di KTT BRICS, Pertama Dalam 12 Tahun

    Xi Dipastikan Absen di KTT BRICS, Pertama Dalam 12 Tahun

    Beijing memastikan bahwa Xi Jinping tidak akan hadir dalam KTT BRICS di Brazil akhir bulan ini. Ini pertama kalinya Xi absen sejak ia menjabat. KTT ini merupakan pertemuan penting 5 negara besar, Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Rabu lalu, Beijing mengumumkan bahwa Perdana Menteri Li Qiang akan menggantikan Xi, namun tidak ada penjelasan resmi terkait ketidakhadiran Xi Jinping.

    Menurut sumber internal, Xi memandang KTT BRICS sebagai platform diplomatik penting, dan tidak pernah absen sekalipun. Ia menduga ketidakhadiran Xi karena masalah kesehatan.

    Namun pesiunan militer Mike Flynn baru-baru ini menulis di X, mendesak pemerintah Trump mengawasi tren pergeseran kekuasaan dalam rezim PKC. Flynn adalah penasihat keamanan nasional selama masa jabatan pertama Trump.

    Secara umum, publik telah melihat signal melemahnya kekuasaan Xi Jinping, semenjak orang-orang kepercayaannya di militer satu persatu menghilang. Bulan lalu, Xi sendiri sempat menghilang dari publik selama dua minggu tanpa alasan, hal yang sangat langka selama masa kepemimpinannya.

    Senin lalu, pimpinan tertinggi Partai Komunis China mengumumkan dibentuknya tim baru untuk mengawasi semua urusan negara, sebuah tantangan bagi kekuasaan Xi.

    Sebuah pertanda lain muncul. Pada Kamis, media resmi PKC, People’s Daily, menerbitkan artikel panjang yang menyanjung mantan Perdana Menteri Li Keqiang. Li dikenal sebagai lawan politik Xi.

    Dua tahun lalu, Li meninggal secara mendadak, memicu rumor seputar gejolak internal dalam rezim PKC, yang secara ketat disensor di China. Kini, sanjungan terbuka Beijing untuk Li semakin memperkuat dugaan melemahnya pengaruh Xi Jinping.

  • Diaspora Tionghoa Protes Partai Komunis China di Flushing, NY

    Diaspora Tionghoa Protes Partai Komunis China di Flushing, NY

    Pesan yang kuat dari jalanan New York saat Partai Komunis China bersiap untuk memperingati hari jadinya yang ke-104. Sebuah protes yang menyerukan berakhirnya rezim tersebut. Di akhir pekan, kelompok pro-demokrasi berkumpul di Flushing, New York, rumah bagi komunitas China terbesar di Amerika. Para korban rezim berkata bahwa menghadapi PKC tak hanya penting bagi China, tapi juga bagi masa depan Amerika.

    Pada hari Minggu, diadakan serangkaian acara anti Partai Komunis China di Flushing New York, rumah bagi komunitas China terbesar di Amerika.

    Acara itu diselenggarakan oleh Aliansi Demokrasi dan HAM China, Federasi untuk China yang Demokratis, dan kelompok serta pendukung pro-demokrasi lainnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang sifat sejati Partai Komunis China.

    [Wang Juntao, Ketua Partai Demokrasi China]:

    “Hari ini di tanah Amerika, kami sangat merasakan infiltrasi Partai Komunis. Kami berkomitmen melakukan apapun untuk mengusirnya.”

    Pesan pengakhiran PKC digaungkan oleh YouTuber Taiwan terkenal, Pa Chiung. Taiwan yang demokratis menghadapi ancaman invasi yang sangat nyata dari komunis China.

    [Pa Chiung, Youtuber Taiwan]:

    “AS seharusnya lebih tahu daripada Taiwan tentang cara menghadapi komunisme dan waspada terhadap infiltrasi Partai Komunis. Kalian pernah menghadapi ini selama Perang Dingin dengan Uni Soviet. Sekarang PKC, namanya mungkin beda tapi ideologi intinya sama, yaitu Marxist Leninis.”

    Pa menyerukan rakyat Amerika untuk menemukan kembali keberanian dan keyakinan spiritualnya, yang pernah membimbing mereka dalam perjuangan melawan Partai Komunis Uni Soviet. Tanggal 1 Juli menandai peringatan 104 tahun Partai Komunis China.

    [Gong Kai, Wakil Ketua Aliansi Demokrasi dan HAM China NY]:

    “Partai Komunis China telah berdiri selama 104 tahun dan dampaknya pada rakyat China sangat menghancurkan, menyebabkan kematian tidak wajar lebih dari 100 juta orang. Partai merayakan hari jadi sebenarnya adalah pengingat penderitaan rakyat.”

    [Wang Juntao, Kepala Partai Demokrasi China]:

    “Harapan saya adalah melalui acara ini dan semua yang terus kita lakukan, akhirnya akan dapat menghilangkan kehadiran Partai Komunis.”

  • Mentri Dagang A.S: China Harus ‘Perbaiki Arah’ dalam Berdagang

    Mentri Dagang A.S: China Harus ‘Perbaiki Arah’ dalam Berdagang

    Seorang jubir Kemelu Tiongkok menegaskan kesepakatan dagang dengan AS pada hari Kamis. Ia berkata kedua pihak harus mematuhi konsensus dan menekankan bahwa Tiongkok selalu menepati janjinya. Namun para anggota parlemen AS mempertanyakan rekam jejak Tiongkok dalam menepati janji. Menteri Keuangan Scott Bessent menyuarakan kekhawatiran ini pada hari Rabu, berkata bahwa AS membutuhkan mitra yang dapat diandalkan. Berikut laporannya.

    [Scott Bessent, Menteri Perdagangan AS]:

    “Negara itu perlu jadi mitra yang dapat diandalkan,”

    Bersaksi di depan Komite Cara dan Sarana DPR hari Rabu, Menteri Keuangan Scott Bessent berkata negosiasi AS-Tiongkok berhasil, karena kedua pihak menyetujui kerangka kerja perdagangan.

    [Scott Bessent, Menteri Perdagangan AS]:

    “Jika Tiongkok memperbaiki arah dengan menegakkan tujuan perjanjian perdagangan awal yang kami uraikan di Jenewa, dan saya yakin setelah pembicaraan kami di London, mereka akan melakukannya. Maka penyeimbangan kembali dua ekonomi terbesar di dunia adalah mungkin.”

    Ia berkata AS memberi PKT kesempatan untuk memperbaiki arah, dan Tiongkok punya satu jalan ke depan.

    Hentikan apa yang telah dilakukannya selama puluhan tahun. Hentikan produksi barang secara berlebihan dengan subsidi pemerintah lalu membuang barang-barang itu ke pasar dunia dan melemahkan perdagangan global.

    Ia juga berkata AS perlu mengkonsumsi dan memproduksi untuk pasar domestik mereka sendiri. Bessent berkata jika PKT terus meningkatkan ekspor, ini akan menurunkan standar hidup orang Amerika dan orang-orang di seluruh dunia.

    Beberapa anggota DPR Demokrat menyuarakan kekhawatiran bahwa PKT belum menepati janji mereka sebelumnya dalam berdagang dengan AS dan bahwa kesepakatan dagang dengan rezim komunis ke depannya harus diberi pengawasan lebih besar melalui Kongres.

    “Meski berkomitmen meningkatkan impornya dari AS sebesar 200 miliar dari tahun 2020 ke 2021, PKT hanya menindaklanjuti 58% dari yang dijanjikannya.

    “Tiongkok telah gagal memenuhi komitmen pembelian ini. Itu adalah komitmen pembelian yang dinegosiasikan oleh Trump dalam pemerintahan pertamanya.”

    [Scott Bessent, Menteri Perdagangan AS]:

    “Mereka memenuhi perjanjian mereka di bawah Presiden Trump pada tahun 2020 dan Presiden Biden tidak menegakkannya. Delegasi Tiongkok memberi tahu saya mereka merasa tidak perlu mematuhinya.”

    Juga dibahas tentang ketergantungan AS pada Tiongkok untuk obat-obatan dan rentannya AS bergantung pada PKT, musuh terbesarnya.

    [Scott Bessent, Menteri Perdagangan AS]:

    “Itu sebenarnya memberi mereka daya tawar untuk bernegosiasi. Itu akan menjadi kesalahan yang tragis jika mereka menghentikannya, tapi kekhawatiran itu selalu ada. Mereka bisa.”

    Bessent berkata rezim Tiongkok telah menjadi mitra dagang  yang tidak dapat diandalkan di masa lalu. Tarif AS pada Tiongkok dan negara-negara lain dimaksudkan untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan memberi AS posisi yang lebih baik jika Tiongkok melanggar kontraknya lagi.  

    Jack Bradley, NTD News.