USMCA, perjanjian dagang AS, Meksiko dan Kanada, memasuki masa peninjauan bersamanya dan ketiga negara menggelar pertemuan virtual hari Rabu. Washington telah secara resmi menolak perpanjangan perjanjian selama 16 tahun.
Pemerintahan Trump mendesak amandemen agresif dengan dua tujuan utama. Pertama, mobil. AS ingin lebih banyak suku cadang otomotif diproduksi di dalam negeri. Sebuah kendaraan harus mengandung setidaknya 50% suku cadang buatan AS agar memenuhi syarat bebas bea. Kedua, menutup celah yang dimanfaatkan China untuk masuk ke pasar AS. Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer menuntut agar Meksiko dan Kanada sejalan dengan Washington dalam hal kontrol ekspor dan pembatasan investasi agar China berhenti menggunakan Meksiko atau Kanada sebagai celah untuk menghindari tarif AS.
Presiden Meksiko telah menandatangani surat untuk perpanjangan 16 tahun. Sementara Kanada juga mendesak perpanjangan, namun terbuka untuk melakukan perbaikan.
Walau AS menolak memperpanjang, perjanjian perdagangan USMCA tidak akan berakhir dan tetap berlaku hingga kadaluwarsa pada 2036.
Perwakilan Dagang Greer dijadwalkan akan berangkat ke Mexico City akhir bulan ini untuk negosiasi tatap muka. Isu-isu utama meliputi aturan asal barang otomotif, reformasi energi, dan investasi China yang membanjiri pabrik-pabrik di Meksiko.
Sementara itu, akses ke pasar produk susu Kanada tetap menjadi titik perselisihan utama, ditambah dengan tarif tambahan yang diberlakukan Washington terhadap baja, mobil, dan kayu Kanada. Jadwal resmi untuk negosiasi AS-Kanada belum ditetapkan.

