Benarkah dua kekuatan nuklir utama, China dan Rusia, sedang menguji nuklir mereka? Presiden Trump berkata ya, hingga ia memerintahkan AS untuk juga melakukan uji coba nuklir mereka sendiri. Ia mengisyaratkan ada sesuatu yang tidak diketahui oleh publik umum tentang hal ini, dalam wawancara baru-baru ini.
“Mengapa kita harus menguji senjata nuklir kita?”
[Presiden Trump]:
“Anda harus melihat cara kerjanya”
“Tapi satu-satunya yang menguji senjata nuklir adalah Korea Utara. China dan Rusia…”
[Presiden Trump]:
“Tidak, tidak, Rusia sedang menguji senjata nuklir. Dan China juga, Anda hanya tidak tahu tentang itu.”
Presiden Trump menyebut empat negara yang sedang menguji coba nuklir, yaitu China, Rusia, Korea Utara dan Pakistan. Menurutnya media dikendalikan di negara-negara ini, hingga publik tidak mengetahui uji coba nuklir.
[Presiden Trump]:
“Mereka menguji jauh di bawah tanah, orang-orang tidak tahu persis mengenai uji coba itu. Anda merasa sedikit getaran. Mereka menguji, dan kita tidak. Kita harus menguji. Kita punya yang terbaik, saya merenovasi dan membangunnya selama 4 tahun. Tapi saya membencinya karena kemampuan penghancurannya bahkan tidak ingin Anda bicarakan. Tapi jika orang lain punya, kita juga harus punya, dan jika kita mempunyainya, kita harus mengujinya atau kita tidak akan tahu cara kerjanya.”
Trump melontarkan gagasan uji coba tersebut Kamis lalu, sebelum pertemuan dengan pemimpin rezim China Xi Jinping. Sejak itu, Rusia dan China bersama-sama membantah klaim Trump bahwa mereka sedang menguji coba nuklir.
Namun laporan media mengungkap Rusia dan China diam-diam memperluas lokasi uji coba nuklir mereka dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah di Lop Nur China, sebuah danau garam kering di gurun Xinjiang. Berdasarkan citra satelit, para analis memperingatkan China setidaknya telah membangun enam terowongan uji coba disana. Selain itu, China telah menggali beberapa lubang terdalam di bumi di Xinjiang. Beijing mengklaim ini adalah untuk proyek penelitian ilmiah, namun para ahli mempertanyakan apakah ini dapat digunakan untuk uji coba senjata bawah tanah.
Tetapi melanjutkan uji coba nuklir di AS tidaklah mudah. Departemen Energi yang mengawasi persenjataan nuklir biasanya butuh dua-tiga tahun untuk mempersiapkan satu uji coba nuklir bawah tanah. Menteri Energi AS Chris Wright berkata ia yakin uji coba yang disinggung Trump adalah uji coba sistem, bukan ledakan nuklir itu sendiri.
