Presiden Trump pada hari Selasa mengumumkan kesepakatan dagang baru dengan Jepang, Filipina, dan Indonesia. Ini adalah perubahan besar dalam strategi perdagangan global Amerika, yang bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga hubungan AS dengan sekutu utamanya dalam melawan pengaruh China yang semakin besar. Kita mulai dengan Jepang, ekonomi terbesar keempat dunia. Presiden Trump menyebut kesepakatan dengan Tokyo sebagai salah satu kesepakatan terbesar dalam sejarah. Di luar perdagangan, Jepang tetap menjadi mitra utama AS dalam menjaga stabilitas di sekitar Taiwan dan mencegah potensi invasi China.
Amerika Serikat mencapai kesepakatan dagang dengan Jepang pada hari Selasa.
[Presiden Trump]:
“Saya baru menandatangani kesepakatan dagang terbesar dalam sejarah. Mungkin yang terbesar dalam sejarah dengan Jepang.”
Dalam kesepakatan, Jepang akan membuka diri pada perdagangan AS untuk barang-barang seperti mobil dan truk, produk pertanian, dan lainnya. Negara Asia Timur itu juga akan membayar tarif timbal balik kepada AS sebesar 15%. Trump telah mengancam akan menaikkan tarif hingga 25% jika Jepang tidak mencapai kesepakatan sebelum batas waktu 1 Agustus. Jepang juga akan berinvestasi sebesar $550 miliar di Amerika Serikat.
[Shigeru Ishiba, Perdana Menteri Jepang]:
“Angka itu adalah yang terendah hingga saat ini bagi negara yang punya surplus perdagangan dengan AS.”
[Presiden Trump]:
“Kami telah bekerja keras dengan lama, dan ini adalah kesepakatan yang bagus untuk semua orang.”
Mobil Jepang populer di Amerika Serikat, termasuk produsen seperti Toyota, Honda dan Nissan. Negara Asia Timur itu adalah sumber impor terbesar kelima AS. Tahun lalu, Jepang mengirim barang senilai hampir 150 miliar dolar ke AS, sementara AS mengekspor barang senilai 80 miliar dolar ke Jepang.
