Site icon NTD Indonesia

Trump: “Saya Akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan”

Presiden Trump mengakhiri pertemuan dua hari di Beijing dan pulang ke AS. Meski pertemuan difokuskan pada upaya membangun hubungan bilateral yang stabil, kedua belah pihak masih menunjukkan perbedaan yang jelas terkait isu-isu inti, termasuk Taiwan.

Isu yang paling menarik perhatian yaitu penjualan senjata AS ke Taiwan. Trump berkomentar di pesawat Air Force One pada hari Jumat saat kembali ke Washington.

“Saya akan mengambil keputusan dalam waktu yang relatif singkat ke depannya. Saya harus berbicara dengan orang yang saat ini… Anda tahu siapa.. yang memimpin Taiwan.”

Kemenlu Taiwan segera mengeluarkan tanggapan, mengucapkan terima kasih pada Presiden Trump atas dukungan berkelanjutan pada keamanan di Selat Taiwan. Pernyataan menyebutkan bahwa penjualan senjata AS ke Taiwan bukan hanya bagian dari komitmen Washington berdasarkan UU Hubungan Taiwan, tetapi juga pencegahan ancaman regional, dimana ancaman militer China tetap menjadi satu-satunya sumber ketidak-stabilan di kawasan tersebut.

Menurut pernyataan resmi China, Xi Jinping menggunakan bahasa yang keras terkait masalah Taiwan, memperingatkan bahwa penanganan yang salah dapat memicu konflik antara China dan AS.

“Presiden Xi mengatakan ada risiko konflik dengan AS terkait Taiwan”

“Tidak, saya tidak berpikir begitu. Saya pikir kita akan baik-baik saja. Dia tidak ingin melihat… ia tidak ingin melihat perang.”

“Ia tidak ingin melihat perjuangan untuk kemerdekaan karena itu akan menjadi konfrontasi yang sangat kuat dan saya mendengarkannya. Tidak, saya tidak memberikan komentar tentang itu. Saya mendengarkan.”

“Apakah AS akan membela Taiwan jika hal itu terjadi?”

“Saya tidak mau mengatakannya. Hanya ada satu orang yang tahu hal itu. Siapakah itu? Saya. Saya satu-satunya. Pertanyaan itu juga diajukan pada saya hari ini oleh Presiden Xi. Saya bilang saya tidak membicarakan hal-hal itu.”