Presiden Trump mengumumkan AS tetap membuka Selat Hormuz untuk semua negara, termasuk China. Pernyataan disampaikan hari Senin, beberapa hari sebelum bertemu Xi Jinping.
[Presiden Trump]:
“Saya ingin tetap membukanya dan menjaganya tetap baik. Ini tidak terlalu berkaitan dengan kita dibandingkan dengan China. Kita membantu China disini dan negara-negara lain karena mereka mendapat banyak energi dari selat ini. Tapi kita punya hubungan baik dengan China, adalah kehormatan bagi saya melakukannya.”
Kapal-kapal sebagian besar menghindari selat Hormuz karena takut diserang. Harga minyak turun pada hari Selasa setelah melonjak lebih dari 100 dolar per barel sehari sebelumnya, level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.
Trump berkata perang di Timur Tengah dapat segera berakhir, meredakan kekhawatiran tentang pasokan minyak global. Trump juga memberi peringatan serius kepada Iran jika mereka memblokir aliran minyak.
[Presiden Trump]:
“Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba untuk menghentikan pasokan minyak dunia. Dan jika Iran melakukan sesuatu dalam hal itu, mereka akan dihantam dengan tingkat yang jauh lebih keras. Saya akan menghancurkan target-target mudah itu dan kita akan hancurkan dengan sangat cepat, mereka tidak akan bisa pulih lagi.”
20% pasokan minyak global melewati Selat Hormuz, jalur air penting antara Iran dan Oman. Melaluinya, kapal-kapal mengangkut minyak dan gas dari Timur Tengah ke China, Eropa dan AS.
Trump berkata ingin menjaga aliran energi dan minyak tersebut walaupun serangan ke Iran tetap berlangsung. Ia juga mencatat AS akan mencabut sanksi terkait minyak tertentu untuk mengurangi harga energi.
Setelah konferensi pers, ia memposting di Truth Social, mengatakan upaya menjaga Selat Hormuz terbuka adalah hadiah dari AS kepada China dan negara-negara lain yang bergantung pada Selat Hormuz.
Warga Iran telah memperhatikan pernyataan Presiden Trump tentang Selat Hormuz. Iran berkata pihaknya sedang menunggu armada angkatan laut AS di Selat Hormuz. CNN mengutip sumber yang berkata rezim Iran tidak akan membuka kembali selat meskipun ada ancaman Trump. Laporan menunjukkan bahwa Tehran bahkan berencana mengenakan bea masuk pada kapal-kapal yang mencoba melewati jalur tersebut.
Presiden Trump memposting di Truth Social menanggapi klaim Iran, berkata “Jika Iran memasang ranjau di Selat Hormuz dan kami tidak memiliki laporan tentangnya, ranjau itu harus segera disingkirkan. Jika karena alasan apapun ranjau dipasang dan tidak disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada di tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun jika mereka menyingkirkannya, itu akan jadi langkah besar ke arah yang benar.”
