Uni Eropa telah mengajukan proposal terkait biaya penanganan impor sebesar 2 Euro untuk pengiriman barang murah dari China melalui platform online seperti Shein dan Temu. Otoritas bea cukai Uni Eropa melaporkan ada sekitar 4,6 miliar paket bernilai rendah yang dibeli secara online pada 2024, dua kali lipat lebih banyak dari tahun sebelumnya dan sebanyak 91% berasal dari China.
Jumlah besar itu memberi beban kerja besar bagi staf bea cukai. Ada pula tantangan untuk memastikan keamanan dan standar barang-barang tersebut.
Ketua komite perdagangan Parlemen Eropa Burnt Lange mengatakan hari Rabu, “dengan 4,6 miliar paket, Anda tidak bisa sepenuhnya melakukan kontrol yang tepat dan untuk memperkenalkannya butuh banyak biaya.” Karenanya, ia berkata sudah selayaknya meminta Alibaba, Temu, atau Shein untuk membayar biaya yang sewajarnya.
Perusahaan-perusahaan ritel asal Eropa mengatakan kebijakan bebas bea saat ini memberikan Shein dan Temu keuntungan yang tidak adil.
Proposal mengusulkan paket dengan nilai di bawah 150 atau 170 dolar yang dikirim langsung ke konsumen di Eropa akan dikenakan bea sebesar 2 Euro.
Proposal akan memerlukan persetujuan dari pemerintah Uni Eropa serta Parlemen Eropa. Langkah ini serupa dengan kebijakan tarif AS pada barang-barang asal China yang dikirim ke AS.
Bulan ini, AS telah membatalkan kebijakan de minimis yang membebaskan bea masuk atas barang senilai kurang dari $800, yang selama ini dimanfaatkan Shein dan Temu.
Presiden Trump menyebutnya sebagai penipuan yang merusak perusahaan-perusahaan kecil AS dan mengancam keamanan nasional. Malcolm Hudson NTD News.
