Site icon NTD Indonesia

Virus Kelelawar Mirip Covid Ditemukan di China

Para peneliti telah menemukan virus korona kelelawar baru di China yang dapat menginfeksi manusia, disebut HKU-CoV2. Para peneliti berkata ini dapat memasuki sel manusia dengan cara yang mirip dengan virus penyebab Covid-19, dengan mengikat ke reseptor yang sama di paru-paru, hidung, dan jalur pernafasan.

Dr. Mark Siegel, profesor klinik di NYU Langone Health, memberitahu Fox News bahwa risiko virus ini menular ke manusia masih sangat rendah. Ia menjelaskan bahwa reseptor virus memiliki pengikat yang lebih lemah dibandingkan yang dimiliki Covid-19. Virus kelelawar baru ini ditemukan setelah Covid-19 mengklaim lebih dari 7 juta jiwa di seluruh dunia. Perlu diketahui, ahli virus yang menemukan virus kelelawar baru ini adalah Shi Zhengli. Ia bekerja untuk Institut Virologi Wuhan, laboratorium yang dicurigai sebagai tempat bocornya virus Covid-19. Tahun ini, CIA bersama dengan FBI menilai bahwa pandemi Covid-19 lebih mungkin berasal dari lab, bukannya dari alam, walau, agen itu juga berkata bahwa kemungkinan virus itu berasal dari alam masih tetap ada.  

Shi Zhengli, juga sering disebut sebagai wanita kelelawar China, dikenal karena mempelajari beberapa virus patogen paling berbahaya di dunia. Selama lebih dari satu dekade, tim-nya telah meneliti bagaimana berbagai virus korona dari hewan dapat berpotensi menginfeksi manusia. Pada 2015, Shi mempublikasikan bersama sebuah laporan penelitian dengan seorang ahli epidemi dari Universitas North Carolina. Laporan itu menggarisbawahi risiko dari penelitian mereka, bahwa virus korona mampu menginfeksi sel manusia.