Site icon NTD Indonesia

6 Cara Berhenti Berpikir Secara Berlebihan

Berpikir berlebihan

Berpikir berlebihan. @Pixabay

Banyak orang memiliki kecenderungan berpikir secara berlebihan. Ketika diganggu oleh suatu hal, mereka terus memikirkannya tanpa berhenti. Penelitian menunjukkan bahwa berpikir secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena gangguan mental, mengganggu kemampuan Anda dalam menyelesaikan masalah, dan mengganggu tidur Anda. Bahkan mungkin memperpendek umur Anda karena terus menerus berpikir secara berlebihan. Berikut adalah beberapa cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi berpikir secara berlebihan.

Jadwalkan waktu untuk berpikir

Mungkin saja berpikir secara berlebihan adalah sifat alami Anda. Dalam situasi seperti itu, mencoba melawannya tidak akan berhasil. Semakin Anda mencoba mengendalikannya, semakin besar kemungkinan Anda untuk terus berpikir secara berlebihan. Jadi, cara yang baik untuk melawan kecenderungan semacam itu adalah menerima keberadaannya dan menjadwalkan periode waktu yang ketat dimana Anda dapat membiarkan pikiran Anda bebas berpikir.

 “Masukkan 20 menit ‘waktu berpikir’ ke dalam jadwal harian Anda. Selama periode waktu tersebut biarkan diri Anda merasa khawatir, merenung, atau memikirkan apapun yang Anda inginkan. Saat waktu habis, pindahlah ke hal lain. Dan ketika Anda mulai memikirkan suatu hal secara berlebihan di luar waktu berpikir yang telah dijadwalkan, cukup ingatkan diri bahwa Anda harus menunggu sampai ‘waktu berpikir’ tiba untuk mengatasi masalah di dalam pikiran Anda,” menurut Inc.

Bermeditasi

Berpikir secara berlebihan bisa disebabkan oleh ketidakmampuan pikiran Anda untuk tetap tenang. Karena itu, Anda harus mencoba melakukan meditasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Meditasi memungkinkan Anda untuk memerintah pikiran yang tidak terkendali dan perlahan-lahan membawa pikiran Anda ke dalam keadaan yang tenang dan damai. Pikiran Anda akan bekerja dengan kejernihan tinggi. Dengan demikian, Anda akan dapat mengesampingkan pikiran yang tidak perlu dan fokus pada hal-hal yang penting saja. Meditasi telah terbukti meningkatkan kesadaran diri dan menghasilkan gelombang otak alfa yang lebih tinggi yang membantu mengurangi perasaan ketegangan, kemarahan, dan kesedihan.

Olahraga

Bagi sebagian orang, olahraga merupakan terapi. Cobalah untuk berolahraga dan lihatlah apakah olahraga yang intens dapat membantu menghindar dari pemikiran yang berlebihan dan mampu mengendalikan pikiran negatif. Saat Anda mengeluarkan banyak energi dan penuh vitalitas sepanjang hari, mungkin Anda mendapatkan pikiran yang berlebihan juga menghilang.

Tuliskan pemikiran anda

Salah satu alasan utama mengapa banyak orang cenderung berpikir secara berlebihan, karena mereka tidak dapat menganalisis masalah dengan benar. Ini akan menciptakan kebingungan sehingga pikiran mereka hanya berputar-putar saja. Cara yang baik untuk mengatasinya adalah dengan menuliskan pemikiran Anda. Catat semua yang mengganggu pikiran Anda dengan pro dan kontra yang dinyatakan secara terperinci. Setelah selesai, Anda dapat membaca daftarnya dan menilai sendiri bagaimana menyelesaikan masalah tersebut.

Bicaralah dengan mentor

Terkadang, tak peduli seberapa kerasnya Anda berpikir, tetap saja tidak menemukan jawaban yang memuaskan masalah Anda. Ini akan membuat Anda stres dan memikirkannya secara berlebihan. Yang Anda butuhkan dalam situasi seperti ini adalah panduan dari ahli. Jika Anda memiliki seorag mentor, berkonsultasilah padanya dan kemukakan masalah Anda. Seorang ahli mungkin dapat menemukan sumber masalah dan membantu jalan keluarnya.

Terimalah keterbatasan Anda

ada yang berhasil dan Anda belum dapat berhenti memikirkan masalah secara berlebihan, hal terbaik yang dapat Anda lakukan mungkin dengan menerima situasi apa adanya. Lagipula, Anda adalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Beberapa masalah mungkin di luar kemampuan Anda atau siapapun. Memikirkan masalah itu tanpa henti hanya akan membuang-buang waktu saja. (visiontimes/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI