Site icon NTD Indonesia

Ketekunan dan Kebaikan Membentuk Karakter Kuat

Anak bermain

Anak bermain @Unsplash

Ketekunan Leonardo da Vinci

Leonardo da Vinci adalah pelukis besar dari Italia pada masa Renaisans Eropa. Dia suka melukis sejak kecil, dan ayahnya mengirimnya ke Florence, seorang pelukis ternama, untuk belajar seni. Sang guru mengajarinya melukis telur di awal kelas. Dia melukis terus menerus selama lebih dari 10 hari, tetapi gurunya tetap menyuruhnya melukis telur. Da Vinci tidak dapat memahaminya, jadi dia bertanya kepada gurunya: “Mengapa kamu selalu menyuruhku melukis telur?”

Sang guru menjawab: “Meskipun nampaknya semua telur sama, namun mereka tidak sepenuhnya identik. Bahkan telur yang sama, jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan memiliki cahaya yang berbeda. Misalnya, dengan mendongakkan kepala lebih tinggi atau menurunkan titik pandang, maka akan membentuk garis elips yang berbeda. Oleh karena itu, melukis telur adalah keterampilan dasar, dan keterampilan dasar harus dilatih secara teratur.”

‘Perjamuan Terakhir’ adalah salah satu karya Leonardo Da Vinci yang paling terkenal.

Sejak saat itu, Da Vinci bekerja keras untuk melatih keterampilan yang diperlukan, melukis telur setiap hari. Tahun demi tahun, kertas sketsa yang digunakannya untuk melukis telur semakin menumpuk. Setelah sekian lama rajin berlatih, akhirnya dia berhasil menciptakan banyak lukisan terkenal dan menjadi master.

Hati yang Baik Mutlak Diperlukan

Seorang mahasiswi, yang akan lulus, menyerahkan lamaran kerja ke rumah sakit setempat. Dalam perjalanan pulang, kebetulan dia melihat seorang pria berusia 80 tahun mengendarai sepeda roda tiga di jalan setapak dan mengalami kecelakaan dengan sepeda roda tiga miliknya. Jadi dia bergegas untuk mengangkat sepeda roda tiga yang jatuh dan mengeluarkan bantal dari mobilnya untuk diberikan kepada lelaki tua itu.

Dia berkata: “Orang tua itu mengatakan jika dia pusing. Tidak ada luka serius, jadi kemungkinan disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Karena saya pernah magang di rumah sakit dan menghadapi beberapa keadaan darurat, maka saya hanya dapat mengandalkan pengalaman untuk menentukan apa yang harus dilakukan, karena tidak ada peralatan yang tersedia.”

Selanjutnya, semakin banyak orang datang untuk melihat. Beberapa orang menelepon nomor darurat untuk meminta bantuan, beberapa lainnya membantu menghubungi anggota keluarga lelaki tua itu. Sementara, si gadis terus berlutut di tanah untuk berkomunikasi dengan pria tua itu dan memberinya semangat. Setelah ambulans membawa pria tua itu, dia beranjak dengan lega.

Kebetulan direktur rumah sakit tempat dia melamar kerja juga memperhatikan masalah ini. Dia berkata: “Jika gadis ini melamar pekerjaan ke rumah sakit kami, dia tidak perlu mengikuti ujian. Saya akan mempekerjakannya secara langsung.” Lanjutnya, “Dengan karakter yang begitu baik, mengapa khawatir dia tidak melakukan apapun di tempat kerja?”

Segera setelah berita itu dimuat, sebuah surat kabar berkomentar: “Penerimaan istimewa ini luar biasa! Langsung diterima di rumah sakit untuk menyelamatkan orang mengungkapkan pentingnya “karakter”, menjunjung moralitas, dan mengokohkan kepribadian. (visiontimes/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI