Keluarga

Keterkaitan Pengendalian Diri dan Disiplin pada Anak

Anak Belajar
Anak Belajar @Pixabay

Alangkah bahagianya orang tua jika melihat anaknya sukses dalam kehidupannya karena tumbuh sebagai seorang yang memiliki reliabilitas tinggi, berkualitas moral baik, dan berkarakter kuat. Namun membentuk seseorang dengan kualitas-kualitas tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pembentukan karakter seseorang dimulai sejak dini dan ini membutuhkan konsistensi, disiplin diri, dan kesabaran tidak hanya pada orang tersebut tetapi juga dari kedua orang tua.

Eksperimen Marsmallow Stanford

Mungkin beberapa diantara Anda pernah mendengar tentang Eksperimen Marsmallow. Sebuah penelitian yang mempelajari tentang gratifikasi tertunda atau delayed gratification (kemampuan menahan diri untuk mendapatkan kepuasan) pada anak-anak yang dilakukan oleh psikolog Walter Mischel, seorang profesor di Stanford University. Eksperimen ini kemudian menjadi salah satu studi penelitian penting dalam bidang sosio-psikologi.

Dalam penelitian ini, seorang anak ditawari dua pilihan. Pilihan pertama, mereka akan langsung mendapat satu marsmallow (atau pretzel, tergantung preferensi anak). Sedangkan pilihan kedua, jika mereka bersedia menunggu dalam jangka waktu tertentu, akan mendapatkan dua marsmallow. Kemudian, mereka ditempatkan dalam sebuah ruangan dan peneliti meninggalkan mereka sendiri.

Menariknya, eksperimen lanjutan yang juga dilakukan Mischel pada anak-anak yang sama beberapa tahun kemudian, menemukan bahwa anak-anak yang berhasil mendapatkan dua marsmallow cenderung lebih berhasil dalam skor SAT (tes standar untuk penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi di Amerika Serikat), pencapaian pendidikan, indeks massa tubuh (IMT), dan langkah-langkah kehidupan lainnya.

Pengendalian diri

Pada Eksperimen Marshmallow, Mischel mencatat bahwa anak-anak yang berhasil melalui rentang waktu yang ditentukan, menghabiskan waktunya dengan mengalihkan perhatian dari marshmallow. Daripada frustasi saat menunggu, mereka berusaha mengisi waktu dengan melakukan hampir segala hal (termasuk berusaha agar tertidur), yang membuat waktu menjadi tidak terasa lama. Dari hasil tersebut juga dapat diketahui bahwa anak-anak pun dapat mencoba mengendalikan diri dengan batas waktu yang sesuai usianya.

Kemampuan pengendalian diri atau niat yang kuat dari diri sendiri ini adalah bekal yang diperlukan saat seseorang akan menerapkan kebiasaan berdisiplin diri dan terus konsisten. Bagi seorang anak, cenderung lebih memilih hal-hal yang menyenangkan dirinya daripada melakukan “tugas atau kewajibannya” adalah hal yang tidak mengherankan. Karena pada usia kanak-kanak, perkembangan emosi lebih dominan daripada perkembangan otak.

Menerapkan kedisiplinan pada diri sendiri, membutuhkan upaya yang besar dan kemampuan untuk mengendalikan diri. Maka kemampuan ini perlu diasah dan dilatih terus menerus sedari kecil.

Disiplin di usia dini

Mengapa perlu melatih anak untuk berdisiplin sejak dini? Karena disiplin terbentuk dari kebiasaan. Suatu ketidakdisiplinan jika tidak dibenahi dari kecil akan membentuk pola dan menjadi kebiasaan hingga dewasa.

Lantas, bagaimana cara melatih seorang anak, yang notabene kemampuan berpikirnya belum matang, untuk berdisiplin? Salah satu cara adalah membantu mengingatkannya. Jika anak memilih tetap bermain saat jadwalnya belajar, orang tua perlu mengingatkannya dengan tenang tetapi tegas. Jangan bosan. Ingat bahwa kemampuan berpikir anak masih belum sempurna.

Orang tua juga perlu konsisten. Jika orang tua telah membuat jadwal belajar pada pukul 19.00. Usahakan setiap hari mengingatkan pada jam tersebut. Ketika aktivitas itu dilakukan secara konsisten pada jam sama setiap hari, maka semakin lama akan menjadi kebiasaan.

Disini peran orang tua sangat penting. Oleh karena itu, orang tua harus lebih dulu berdisiplin dan konsisten agar anak tidak menyepelekan karena kadang diingatkan kadang tidak atau kebingungan dengan jadwal yang berubah-ubah,

Sebenarnya, disiplin yang diajarkan pada anak sejak usia dini, tidak hanya bertujuan agar patuh pada Anda, namun juga mulai mengenalkannya pada tanggung jawab yang dibebankan padanya. Lebih dari itu, disiplin pada anak nantinya akan berguna saat dia bertemu dengan berbagai hal yang mengganggu tujuannya. Bagaimana dia mampu menahan diri dari godaan dan memilih hal yang tepat bagi dirinya. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor

situs slot gacor