Ketika beberapa negara mulai melonggarkan pembatasan “lockdown” akibat Covid-19, bisnis mulai kembali berjalan dan banyak karyawan yang kembali bekerja.
Namun, bagaimana perasaan para karyawan mengenai hal ini? Apakah mereka merasa senang bisa bekerja lagi seperti biasa atau justru tidak merasa nyaman dengan perkembangan terbaru?
Kembali bekerja
Bagaimana perasaan karyawan tentang kembali bekerja tergantung dimana mereka bekerja. Apakah mereka bekerja di pabrik atau di kantor. Buruh pabrik banyak yang “dirumahkan” selama beberapa minggu terakhir, mereka tidak mendapatkan sumber penghasilan dan berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Oleh karena itu, umumnya mereka merasa senang karena akan mendapatkan penghasilan seperti biasanya dan tentu akan meringankan situasi keuangan mereka. Sebaliknya, pekerja kantoran yang umumnya tetap bekerja dari rumah mungkin merasa tidak puas dengan harus kembali ke jadwal seperti semula yang harus berangkat ke kantor, bekerja dari jam 9 sampai jam 5, dan melakukan perjalanan pulang ke rumah.
Namun, bagi mereka yang senang berkumpul-kumpul dengan teman-teman dan kolega akan merasa bahagia akan kembali dikelilingi oleh rekan-rekan sekerjanya.
Baik pekerja pabrik maupun pekerja kantoran sama-sama memiliki kekhawatiran terhadap virus tersebut. Karena pandemi ini belum usai, kemungkinan risiko tertular virus tetap tinggi. “Saya tidak begitu senang kembali bekerja karena saya merasa ini terlalu cepat?Tetapi saya pikir harus tetap menjaga agar perusahaan terus berjalan.
Saya tidak ingin menjadi pengangguran dalam keadaan yang mungkin akan menjadi resesi global,” kata seorang pekerja pabrik kepada BBC. Hampir semua bisnis telah mewajibkan karyawan untuk mengenakan perlindungan seperti sarung tangan, masker, dan lain-lain, dan untuk mematuhi peraturan pembatasan sosial. Tetapi menerapkan kebijakan ini adalah masalah besar lainnya.
Meski para pekerja secara ketat mematuhi peraturan yang disyaratkan, namun akan ada pekerja lainnya yang tidak mematuhinya sama sekali. Sebagai contoh, seorang manajer mungkin merasa dia tidak perlu mengenakan masker. Meskipun karyawannya tidak menyukainya, mereka tidak akan berani mengeluhkan karena perbedaan posisi. Dengan demikian, karyawannya hanya dapat berharap tidak tertular virus dari manajernya. Banyak pabrik dan kantor akan menghadapi masalah ini.
Di Inggris, Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan (HSE) telah mewajibkan pedoman yang harus dipatuhi oleh perusahaan untuk memperhatikan prosedur keselamatan di tempat mereka bekerja. Lebih dari 5000 pekerja telah menghubungi HSE dalam waktu 2 bulan, mengeluhkan tentang kurangnya protokol kesehatan COVID-19 di tempat kerja mereka.
HSE telah mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan tersebut, memaksa mereka untuk mematuhi pedoman keselamatan. Negara-negara lain juga mungkin perlu penegakan hukum dari pemerintah untuk memastikan bahwa perusahaan mengikuti langkah-langkah keamanan COVID-19.
Karyawan yang mempunyai anak memiliki masalah tambahan yang harus dihadapi ? siapa yang akan merawat anak-anak mereka ketika mereka kembali bekerja? Sebagian besar pusat penitipan anak telah ditutup. Pengasuhan anak juga merupakan pilihan berisiko ? bagaimana jika pengasuh anak terinfeksi dan menularkan virus ke anak-anak? Kekhawatiran ini juga harus diatasi sebelum orang-orang yang mempunyai anak siap secara mental untuk bekerja.
Ledakan Bekerja di Kantor
Bahkan jika bekerja dari rumah telah umum dilakukan belakangan ini, apakah lantas banyak orang akan memilih untuk bekerja dari rumah? Mungkin juga tidak. Beberapa ahli menduga ruang kerja bersama rekan mungkin akan meledak. Ini karena manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial.
Bekerja sendiri mungkin cocok untuk sebagian orang. Tetapi bagi orang lain, sendirian di rumah tanpa ada rekan yang diajak berbicara mungkin membuatnya agak lebih tertekan. Bagaimanapun, kantor bukan hanya tempat di mana orang bekerja. Ini juga merupakan tempat dimana mereka menjalin persahabatan.
Ruang kerja bersama memungkinkan pemilik menyewa ruang di sebuah gedung, yang biasanya dilengkapi dengan sebuah kursi, meja, dan komputer. Ada kemungkinan banyak pekerja jarak jauh memilih ruang kerja bersama di dekat rumah hanya agar tetap memiliki kedekatan fisik dengan lainnya.
Teman dekat, yang bekerja di perusahaan yang berbeda, mungkin akhirnya memutuskan menyewa seluruh ruangan untuk mereka agar bisa berdekatan satu sama lain. (visiontimes/sia/feb)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

