Kartu kredit mungkin menawarkan beberapa manfaat seperti kenyamanan melakukan cicilan, mendapatkan reward (hadiah), atau membangun kredibilitas. Namun jika tidak berhati-hati, bunga dan biaya kartu dapat mencekik Anda. Karena terkadang pemegang kartu tidak memperhitungkan premi besar yang harus dibayarkan. Maka tidak ada salahnya kita mulai berpikir memutus kebiasaan menggesekkan kartu kredit, di awal tahun ini.
Beberapa alasan yang dapat Anda pertimbangkan untuk memutus kebiasaan berkartu kredit.
Membayar Lebih Banyak
Penelitian menunjukkan jika pengguna kartu kredit bersedia mengeluarkan uang lebih banyak ? dalam beberapa kasus bahkan hingga 83% ? ketika membayar dengan kartu kredit, alih-alih uang tunai, menurut tulisan Bailey Peterson berjudul Credit Card Spending Studies (2018 Report): Why You Spend More When You Pay With a Credit Card dalam laman valuepenguin.
Kesediaan membayar lebih ini, masih menjadi spekulasi para ahli. Meskipun tidak ada jawaban pasti yang menjelaskan fenomena ini, ada beberapa teori populer yang muncul selama bertahun-tahun. Salah satu teori adalah pengguna kartu kredit lebih fokus pada manfaat daripada biaya. Menurut artikel yang sama, bukti menunjukkan ketika konsumen menggunakan kartu kredit, mereka cenderung lebih fokus pada manfaat produk daripada biayanya. Pengguna kartu kredit 28% lebih baik dalam mengingat aspek yang terkait dengan manfaat produk daripada pengguna tunai. Sebaliknya, pengguna tunai 82% lebih baik dalam mengingat aspek yang terkait dengan biaya daripada pengguna kartu kredit.
Riskan Melakukan Kesalahan
Ada yang beranggapan membayar dengan kartu kredit tidak masalah, asalkan membayarnya selama masa tenggang. Dengan demikian Anda tidak dikenakan bunga. Namun menurut Mary Hunt dalam artikel You Need to Kick Your Credit-Card Habit, kebiasaan ini pun dapat memiliki efek negatif pada kondisi keuangan Anda. Mengapa? Karena semakin banyak menggunakan kartu kredit, akan semakin besar kemungkinan Anda untuk membuat kesalahan. Penilaian kredit (credit scores)?suka atau tidak?telah menjadi semacam referensi karakter Anda.
Mengacaukan Keuangan
Jika terlalu mengandalkan kartu kredit untuk menutupi pengeluaran beberapa minggu atau menunda pembayaran sampai tiba gajian, Anda mungkin akan kesulitan dalam mengatur rencana anggaran bulanan. Menggunakan kartu kredit, pada dasarnya membeli suatu barang dengan uang yang belum Anda miliki. Terlalu sering menggunakan kartu kredit dapat membahayakan keuangan, karena jika Anda mengeluarkan uang lebih dari pemasukan, Anda akan dengan mudah terjerumus dengan hutang tambahan dan bunga yang semakin besar.
Menyebabkan Depresi
Sebuah studi dari Institute for Research on Poverty dan Center for Financial Security di University of Wisconsin-Madison menunjukkan bahwa mereka yang memiliki hutang kartu kredit dan memiliki tagihan yang tertunda jauh lebih mungkin mengalami gejala depresi daripada mereka yang tidak memiliki hutang, terutama jika mereka mendekati pensiun, belum menikah, atau kurang berpendidikan. Semakin banyak hutang jangka pendek yang dialami seseorang, semakin sering mereka melaporkan gejala-gejala itu, menurut Christine DiGangi dalam artikel The Scary Link Between Credit Card Debt and Depression dalam laman money.com.
Menggunakan kartu kredit, entah dibayarkan secara berkala maupun tidak, tetap saja berhutang. Kecuali hutang yang mungkin mustahil dilakukan secara tunai, seperti membeli rumah atau kendaraan, sebaiknya mulai mengurangi ? jika belum bisa memutuskannya ? penggunaan kartu kredit untuk kebutuhan sehari-hari. (ntdindonesia/averiani)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

