Siapa yang tidak suka berbelanja? Meskipun mungkin tidak merasa menyukainya, kegemaran berbelanja seringkali berubah menjadi kecanduan yang dapat melumpuhkan Anda seumur hidup. Pola pikir konsumerisme akan mendorong Anda untuk terus membeli dan membeli hingga bangkrut.
Ini telah mengubah dunia menjadi mesin penyuplai yang terus menerus memenuhi permintaan pasar dengan mengorbankan segala hal. Dorongan materialistik telah memunculkan perusahaan dan rezim yang mempekerjakan buruh kerja paksa untuk memenuhi kebutuhan apapun yang Anda inginkan dan kapanpun Anda mau. Beginikah manusia hidup?
Pertama, biaya pendidikan kuliah yang sangat mahal. Anda memulai hidup dengan hutang besar. Setelah mendapatkan pekerjaan, Anda ingin membeli rumah. Bukan hanya rumah yang kecil namun sedikit lebih besar daripada yang sebenarnya Anda butuhkan. Kemudian, kendaraan model terbaru.
Tentu saja, tidak ada yang bisa melupakan pembelian pakaian, aksesoris, elektronik, makanan, dan dekorasi yang tidak ada habisnya. Anda terus membeli dan membeli hingga akhir hayat. Bahkan peti mati untuk pemakaman haruslah kayu mahoni. Tubuh Anda pasti akan terurai dan Anda masih memikirkan untuk berbaring di dalam kayu mahoni? Tidak perlu seperti ini.
Kenali musuh
“Keinginan adalah akar dari semua kejahatan” sebuah kutipan yang sering dikaitkan dengan Buddha Sakyamuni (Buddha Gautama). Keinginan dapat berupa banyak hal, seperti kekosongan di dalam pikiran (yang butuh untuk dipuaskan), dorongan secara tiba-tiba, keserakahan, dan sebagainya. Lain kali, saat Anda memiliki dorongan besar untuk membeli sesuatu, belajarlah untuk mengenali keinginan ini. Mengidentifikasi adalah bagian pertama dari pemecahan masalah.
Setelah mengenali kelemahan tersebut, Anda akan melihat bahwa itu hanyalah ? sebuah kelemahan, kesalahan sesaat dalam “sistem” Anda. Coba pikirkan mengapa Anda ingin membelinya dan apakah produk itu diperlukan, setidaknya untuk saat ini. Seringkali, Anda tidak benar-benar membutuhkannya. Dorongan itu hanya sesaat. Setelah berlalu, Anda akan merasa lega dan bahkan sedikit bangga.
Membatasi diri
Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengekang hasrat berbelanja. Mulailah dengan berbelanja hanya dengan uang tunai. Menghitung uang dan menyerahkannya ke kasir membuat Anda lebih menyadari jumlah yang telah dibelanjakan daripada menggunakan kartu kredit. Anda akan lebih bijaksana saat mengeluarkan uang tunai. Dan Anda akan mulai terbiasa menjaga uang dalam kantong atau dompet Anda.
Selanjutnya, buka rekening tabungan atau akun pada pasar uang. Memiliki salah satu rekening ini akan memaksa Anda untuk menabung lebih banyak. Ini penting. Sisihkan sekian persen, 10 persen cukup bagus. Tabunglah setiap kali Anda menerima gaji. Jadikan ini suatu kebiasaan. Anggap saja Anda hanya digaji 90 persen dari uang yang Anda terima. Ini adalah uang yang tidak akan Anda gunakan untuk pengeluaran yang tidak penting.
Terakhir, tinggallah di tempat yang hanya memiliki sedikit ruang untuk penyimpanan. Ini membantu Anda menahan diri karena tidak memiliki tempat lagi untuk meletakkan barang belanjaan yang baru. Lemari yang kecil akan membuat Anda berpikir dua kali untuk membeli celana jins tambahan. Dimana akan diletakkan? Dan juga, bawalah satu tas saat pergi berbelanja. Buat daftar dan hanya membeli barang yang tercantum di dalam daftar tersebut.
Memperkuat mental
Ada banyak hal yang tidak Anda pelajari di sekolah. Salah satu aspek utama kehidupan adalah kemampuan untuk merasa cukup. Tidak banyak orang yang mempelajarinya dalam hidup. Tetapi bagi mereka yang tahu, akan mengalami perasaan kesejahteraan hidup yang sempurna. Jika Anda belajar puas dengan kehidupan, maka tidak ada hal yang akan mengganggu Anda, termasuk materi.
Anda tidak akan merasa tertekan dan terkekang untuk berburu diskon. Anda tidak peduli dengan mesin pemotong rumput yang didapat tetangga dengan harga diskon. Anda senang dengan kemampuan ponsel Anda sekarang. Tidak ada lagi rasa takut ketinggalan.
Berlatih dan kuasai ketrampilan ini, dan saksikan keindahan yang sudah Anda miliki dalam hidup Anda. Saat ini Anda dapat menikmati kesenangan yang lebih sederhana seperti hiking, berkebun, menghabiskan waktu bersama keluarga, membaca buku, dan mengamati dunia yang sibuk dengan eksistensi mereka. (visiontimes/sia/feb)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
